Showing posts with label Tips Profesional Dunia Kerja. Show all posts
Showing posts with label Tips Profesional Dunia Kerja. Show all posts

5 Tips Efektif agar Tetap Mencintai Pekerjaan yang Anda Benci

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/05/5-tips-efektif-agar-tetap-mencintai.html

Mungkin tidak sedikit dari Anda yang membenci pekerjaan yang dilakukan saat ini. Namun, banyak orang tetap memilih untuk terus bekerja ketimbang harus menjadi pengangguran. Sementara untuk mencari pekerjaan baru, bukanlah hal yang mudah dan juga dapat memakan waktu yang lama.

Melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan hati memang tidak menyenangkan. Tak hanya itu, hasilnya pun tak akan maksimal. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Ada beberapa tips untuk mencintai pekerjaan yang dibenci.

1. Pikirkan Alasan Anda Bekerja

Sebelum membenci pekerjaan Anda, sebaiknya berpikirlah secara matang apa alasan Anda bekerja. Apakah untuk menghidupi keluarga? Atau untuk memenuhi segala kebutuhan pribadi yang diperlukan? Dari alasan-alasan tersebutlah yang dapat membuat Anda mulai mencintai pekerjaan yang dimiliki.

2. Membina Karir yang Sempurna

Jika Anda terlalu khawatir untuk membangun sebuah bisnis, mau tidak mau Anda harus berusaha untuk mencintai pekerjaan yang ada di depan mata. Berusahalah untuk membina karir yang sempurna. Tingkatkan prestasi dan kredibilitas dalam bekerja. Dengan cara tersebut dapat membantu untuk menyukseskan karir.

3. Hindari Masalah

Tak sedikit orang membenci pekerjaan mereka hanya karena ada masalah kecil di tempat kerja, baik itu masalah dengan rekan kerja atau dengan atasan. Masalah di kantor memang dapat menghambat produktivitas dan minat Anda dalam bekerja, jadi sebaiknya, hindarilah berbagai masalah. Dengan begitu Anda dapat bertahan hidup dengan pekerjaan yang dimiliki.

4. Merasa Bangga dan Independen

Tentu saja Anda bekerja untuk dapat memperoleh uang. Oleh karena itu, pikirkanlah bahwa Anda bangga dan independen karena dapat memperoleh uang dengan hasil jerih payah sendiri. Dengan berpikir seperti ini, Anda bisa mulai mencintai pekerjaan yang dimiliki.

5. Membina Hubungan yang Baik

Untuk dapat terhindar dari perasaan jenuh dan monoton di tempat kerja, binalah sebuah hubungan yang baik dengan rekan kerja dan atasan agar situasi di kantor menjadi lebih menyenangkan. Tetapi, bukan berarti Anda harus terus membuang-buang waktu dengan mengobrol bersama rekan kerja di kantor selama jam kerja.

Semoga bermanfaat & salam sukses untuk rekan-rekan sekalian.

Tim LoKerNesia.

Leadership, Salah Satu Faktor Berpengaruh Besar Dibalik Kesuksesan Berkarir

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/05/leadership-salah-satu-faktor.html

Nyaris semua perusahaan menjadikan "leadership" sebagai persyaratan untuk mereka menerima seorang kandidat bergabung dalam perusahaan. Namun, apakah leadership itu sendiri? Seberapa jauh dia berpengaruh pada karir seseorang? Silakan disimak.

Leadership atau jiwa kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain agar dapat menjalankan tanggung jawabnya sesuai rencana yang telah ditentukan. Dalam dunia kerja, leadership memegang pengaruh besar dalam menunjang karir.

Leadership : Bisa Dilihat dari CV

Perusahaan merupakan sebuah organisasi besar yang terbagi ke dalam banyak departemen, seperti personalia, finance, marketing, operation, dan lain sebagainya. Bisa kita bayangkan bagaimana jika tidak ada pihak yang mengkoordinasi masing-masing departemen, pasti menjadi tak terkendali. Untuk itu, dibutuhkan pemimpin di sana.

Semua posisi membutuhkan kandidat yang memiliki leadership. Demikian disampaikan Desanggi Ayu Frananda Budiman, Assisstant Analyst Pendidikan dan Pelatihan PT PLN (Persero) Distribusi Jateng dan DIY. Menurutnya, pekerjaan sekecil apapun jika tidak dikelola dengan leadership yang baik tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Dan jiwa leadership ini dimulai dari diri sendiri. “Jadi jika kita malas dan tidak bersemangat saat diberi tugas, jiwa kepemimpinan lah yang akan mendorong diri kita,” ujar Anggi, sapaan akrabnya.

Tidak hanya S1, lulusan D3 pun membutuhkan leadership saat bekerja di lapangan. “Lulusan apapun, akan mengalami proses di posisi staf untuk kemudian manajemen. Dan proses ini membutuhkan apa yang dinamakan leadership,” terang Lucas Prana Sunarja, General Manager Human Resources Division PT Astra Honda Motor.

Menurut Lucas, sapaan akrabnya, bibit leadership seseorang sudah bisa dilihat dari proses screening CV. Misalnya, dari pengalaman organisasi yang ditulis. Namun tak hanya itu lho. Lucas juga mengungkapkan tahap wawancara bisa menjadi cara menggali potensi leadership seseorang. “Hal tersebut dilihat dari ketegasan pelamar dalam menyampaikan jawaban serta keberanian dalam berpendapat,” terangnya.

Karakter Ideal Pemimpin

Lalu, karakter apakah yang seharusnya dimiliki seorang pemimpin? pemimpin bisa diibaratkan layaknya seorang pemandu.  

"Ketika anak buah tidak tahu harus berbuat apa, dialah yang akan menawarkan solusi. Dia ibarat nakhoda untuk sebuah kapal,"
 
Eka Permana S., Section Head of People Development PT Pertamina (Persero), HR Area Jawa Bagian Tengah, mengamini pendapat tersebut. “Pemimpin harus bisa menjadi role model yang baik bagi bawahannya, seperti apa kerja yang baik itu agar mereka tetap berada dalam jalur perusahaan,” jelasnya.

Terdapat 2 (dua) karakter yang wajib dimiliki seorang pemimpin. Karakter tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Interpersonal skill, atau kemampuan untuk berinteraksi dan mempersuasi rekan kerja untuk bekerja sesuai misi perusahaan. Pemimpin juga harus bisa memberikan motivasi kepada bawahan untuk tetap bersemangat menjalankan tanggung jawabnya.
  2. Manajerial skill, artinya pemimpin harus mengetahui dan mampu mengkoordinasi tugas anak buahnya untuk kemudian melakukan evaluasi.
Satu hal yang juga cukup penting untuk menjadi seorang pemimpin adalah mengetahui karakter masing-masing bawahannya. Ibaratnya harus tahu cara mendekati anak buah. Dengan begitu, Anda akan tahu cara apa yang bisa dilakukan untuk menyampaikan sebuah pekerjaan pada bawahan.

Kabar baiknya, ternyata leadership bisa dibentuk lho! Semua itu tergantung pada kesadaran dan kemauan diri masing-masing untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Semoga bermanfaat & salam sukses untuk rekan-rekan sekalian!

Tim LoKerNesia

Ketahuilah Poin Penting dalam Memantapkan Pilihan Karir Anda

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/05/ketahuilah-poin-penting-dalam.html

Setiap orang tentu mengharapkan karir yang baik dengan kehidupan yang mapan. Namun ternyata, masih banyak lulusan perguruan tinggi yang belum tahu harus melakukan apa atau bekerja apa setelah lulus. Padahal sebenarnya, pilihan karir terbuka lebar.

Debora Patrawidjaja, Human Capital Management Trainee PT Astra International. Debora sendiri saat ini sedang menjalankan proyek di Daihatsu Sales Corporation mengatakan, segala sesuatu yang akan dilakukan seseorang harus dimulai dengan menentukan pilihan. Selanjutnya, perencanaan memegang peranan penting. Debora menganalogikannya dengan pengendara kapal yang memerlukan peta dan kompas. “Hidup harus ada petanya, untuk mengetahui bagaimana bisa sampai ke tujuan. Begitu juga dengan kompas, untuk mengetahui apakah jalan yang ditempuh benar,” terangnya.

Begitu juga dalam memilih pekerjaan. Pencari kerja harus mempertimbangkan beberapa hal untuk memantapkan pilihan pekerjaan. Hal-hal yang harus dipertimbangkan antara lain bakat (talent), minat (passion), kebutuhan masyarakat atau lingkungan (need), dan hati nurani (conscience). Misalnya seseorang yang memiliki bakat berjualan, ia bisa mempertimbangkan untuk melamar pekerjaan di bidang penjualan.

Tak hanya itu, seseorang juga harus mempunyai visi dan kedisiplinan. Visi merupakan penggabungan antara kebutuhan di masyarakat dengan kemungkinan untuk memenuhinya. Sedangkan disiplin akan menjadi jembatan antara mimpi dengan kenyataan. “Disiplin itu memang tidak enak. Tapi untuk sukses kita harus disiplin,” ujar Debora.

Debora menambahkan bahwa kedisiplinan dapat muncul ketika visi digabungkan dengan komitmen. Selain itu, passion juga perlu ditumbuhkan untuk mempertahankan kedisiplinan.
 
Semoga bermanfaat dan salam sukses untuk rekan-rekan sekalian!

Tim LoKerNesia

Jangan Resign dari Tempat Kerja Anda cuma Gara-gara Gaji Kecil!

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/05/jangan-resign-dari-tempat-kerja-anda.html

Anda pernah terbesit di pikiran ingin segera resign dari pekerjaan saat ini? 

Jika iya, mungkin penyebabnya adalah; ketidaknyamanan dalam bekerja, masalah gaji yang tidak sesuai dengan harapan atau bahkan karena faktor lingkungan.

Rene Suhardono, seorang Career Coach ternama mengatakan bahwa tak sedikit orang mengambil keputusan untuk keluar dari pekerjaan mereka atau mengambil pekerjaan yang baru hanya karena faktor gaji.

"Saya pikir saat ini lebih banyak orang yang resign atau mengambil pekerjaan dengan alasan yang salah dan itu cuma untuk uang. Itu nggak pas menurut saya. Mereka melihat itu semuanya hanya masalah gaji," imbuh pria lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu. "Kalau lo terpaksa tinggal di sini (di pekerjaan sekarang) karena nggak punya duit lagi, berarti lo belum berdaya, nah itu apes," tambah Rene.
 
Pentingnya Kejujuran 
 
Lantas jika harus resign, alasan apa yang harus didahulukan? Soal gaji atau suasana kerja? Bukannya memberikan jawaban, Rene menganggap dua pilihan tadi tidak penting. Hal terpenting yang harus dilakukan adalah bersikap jujur.

Jika Anda ingin resign karena merasa terganggu dengan pekerjaan menumpuk yang membuat stres, sampaikan kepada atasan dengan jujur. Bila alasan resign karena merasa gaji kurang dan tak sebanding dengan kebutuhan, sampaikan kepada atasan.

"Kebanyakan orang nggak jujur sama diri sendiri. Apalagi sama orang lain," tambah Rene yang merupakan Founder CareerCoach Indonesia itu.

Saat seseorang berpikir untuk mengundurkan diri, gaji umumnya menjadi pertimbangan utama. Ada yang bergaji besar namun suasana kantor tidak nyaman. Ada juga suasana kantornya menyenangkan, namun gajinya relatif kecil.

"Yang harusnya dikejar, gaji yang besar dan suasana yang asyik. Jangan pernah melihat keduanya pilihan yang berbeda. Pilihan itu harus dilihat totalitasnya," tutur Rene yang mengakui memiliki passion untuk selalu terhubung dengan orang banyak itu.

Semoga bermanfaat dan salam sukses untuk rekan-rekan semua!

Tim LoKerNesia

3 Opsi guna Menghindari Suasana Kantor yang Berisik

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/05/3-opsi-guna-menghindari-suasana-kantor.html

Tak bisa dipungkiri bahwa suasana di dalam kantor tidak mungkin terlepas dari hingar bingar percakapan. Mulai dari suara dering telepon sampai dengan langkah kaki orang-orang yang hilir-mudik bisa membuat Anda merasa tidak nyaman sehingga Anda kehilangan konsentrasi saat bekerja. Kinerja dan performa Anda di kantor akan menurun dan sudah pasti akan mempengaruhi mood Anda dalam bekerja. Lingkungan kerja yang terlampau berisik bisa menjadi mengakibatkan situasi yang kontra-produktif, tidak sehat, dan menjengkelkan.

Jika Anda mendapatkan fasilitas ruang pribadi, sudah pasti anda dengan mudah bisa menghindari suara kebingsingan hanya dengan menutup pintu ruang kerja Anda tapi bagaimana jika Anda harus berbagi ruang dengan banyak orang? Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi suasana ruangan yang bising agar dapat mengembalikan konsentrasi yang hilang?

Beberapa hal berikut ini bisa membantu Anda untuk menghindari dan meminimalisir suasana kantor yang terlalu berisik.

1. Mendengarkan Musik

Gunakan dan manfaatkan gadget seperti Ipod, mp4, dan perangkat media player lainnya. Buatlah playlist lagu - lagu favorit Anda agar dapat didengarkan setiap saat. Kenakan earphone agar bunyi musik Anda tidak mengganggu rekan kerja lain. Tahan diri Anda untuk tidak bernyanyi mengikuti lagu yang sedang Anda dengarkan karena suara Anda mungkin bisa mengganggu konsentrasi orang di sekitar.

2. Pindah Ruang Kerja

Mengantisipasi suasana kerja yang berisik bisa dengan cara menjaga jarak dari sumber kebisingan. Jika posisi meja kerja tidak strategis coba mencari tahu, seberapa besar kemungkinan Anda untuk dapat memindahkan meja kerja Anda ke lokasi lain yang lebih tenang dan jauh dari kebisingan.

3. Permukaan Anti Pantul

Jika anda sudah mengalami kebisingan yang terlalu menganggu kosenterasi bekerja, mungkin Anda bisa mencoba berkonsultasi dengan pihak manajemen agar dapat memberikan fasilitas tambahan seperti sejumlah bahan penyerap suara di dalam ruangan. Misalnya karpet, tirai, atau panel pemisah ruangan.

Semoga bermanfaat & salam sukses untuk rekan-rekan sekalian!

Tim LoKerNesia

Terapkan 6 Tips Jitu Ini guna Meminimalisasi Lembur pada Jam Kerja Anda

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/05/terapkan-6-tips-jitu-ini-guna.html

Pada suatu waktu pastilah anda merasa pekerjaan seakan tidak ada habisnya. Bahkan kerap kali anda harus lembur tiap hari demi menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk.

Tapi, sebenarnya ada beberapa strategi yang bisa anda lakukan untuk meminimalisasi 'waktu ekstra' di kantor. Berikut sejumlah tips yang mungkin bisa membantumu mengatasi permasalahan tersebut seperti dikutip dari
Buku Anak Bawang Cari Peluang.
 
Memahami deskripsi pekerjaan


Pastikan anda memahami apa yang menjadi target perusahaan baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Dengan mengetahui dengan pasti apa tuntutan perusahaan terhadapmu, atasan pun tidak perlu mengulang berkali-kali mengingkatkanmu.

Proaktif


Jangan malu dan beranikan diri untuk bertanya kepada atasan mengenai target jangka panjang yang ingin diraih perusahaan, khususnya di departemen tempatmu bekerja. Dengan demikian, anda dapat membuat rencana kerja bagimu sendiri.

Bikin to do list


Membiasakan diri teratur tidak ada salahnya kok. Catatlah semua tugas yang harus anda kerjakan hari itu maupun esok hari. Berikan checklist setiap tugas yang telah anda lakukan. Dengan begini, anda akan mudah mengetahui tugas yang belum maupun yang sudah dikerjakan.

Perfeksionis


Terkadang, sikap perfeksionis justru menjadi penyebab pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih lambat karena harus terus memastikan semuanya sempurna. Memiliki sikap perfeksionis memang baik, namun juga harus diimbangi dengan penggunaan waktu yang efektif dan efisien.

Jujur


Setiap karyawan dalam sebuah perusahaan memiliki tanggung jawab masing-masing. Namun, sebagai manusia, tentu anda memiliki keterbatasan. Jika memang anda merasa berbagai tugas yang dibebankan kepadamu terlalu berat untuk dikerjakan sendiri, segera konsultasi dengan atasan untuk mencari solusinya. Jangan sampai memaksakan diri sehingga memberikan hasil yang berantakan.

Alokasi waktu


Sosialisasi dan refreshing sejenak di kantor memang diperlukan untuk membuatmu dapat kembali fokus dengan berbagai pekerjaan. Namun, perlu diingat, alokasikan waktumu seefektif dan seefisien mungkin sehingga baik kehidupan pribadi maupun profesional dapat berjalan dengan seimbang.

Semoga bermanfaat dan salam sukses untuk rekan-rekan sekalian!

Tim LoKerNesia

Inilah 5 Langkah Meningkatkan Efisiensi Kerja agar Anda jadi Produktif

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/05/inilah-5-langkah-meningkatkan-efisiensi.html

Seperti kita ketahui bahwa efisiensi merupakan salah satu faktor kunci untuk meraih kesuksesan dalam berkarir. Efisiensi bekerja sangat dibutuhkan di lingkungan kerja yang penuh dengan segala tantangan.

Jika Anda sering merasa bosan saat bekerja, atau merasa Anda tidak melakukan sesuatu yang produktif, berarti Anda perlu simak beberapa cara ini yang dapat berguna untuk meningkatkan efisiensi dalam bekerja, seperti dilansir oleh Idiva.

1. Pergunakan Waktu dengan Baik

Salah satu cara untuk dapat meningkatkan efisiensi kerja yaitu dengan mempergunakan waktu kerja dengan baik. Jika waktu kerja Anda delapan jam sehari, sebaiknya buatlah list tentang pekerjaan apa saja yang perlu untuk segera diselesaikan. Hal ini akan memudahkan Anda untuk menyelesaikan satu per satu pekerjaan secara terorganisir.

2. Jangan Menyerah

Saat sedang berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan, jangan sampai Anda tergoda untuk menyerah di tengah jalan. Tetaplah untuk bersemangat dan pantang menyerah. Melakukan hal ini akan membantu membangun ketahanan mental Anda seperti olahragawan yang melewati titik kelelahan untuk mencapai suatu kekuatan terhadap fisik mereka.

Jika Anda berpikir untuk menyerah, cobalah mengatasi masalah tersebut dengan menyemangati diri dalam hati dan berkata "lima menit lagi". Hal ini akan membangun ketahanan mental selama periode waktu dan membantu Anda menyelesaikan tugas yang diberikan dengan lebih mudah.

3. Lakukan dengan Eustress

Stress merupakan bagian dari setiap kehidupan. Stress itu sendiri terdiri dari dua macam. Ada stress yang membawa kemajuan (eustress) dan stress yang membawa dampak buruk dan merugikan kita (distress).

Eustress merupakan tingkat stress yang membawa kemajuan dan membawa dampak yang baik. Eustress dapat membuat Anda memiliki pengetahuan, pengalaman dan kebijaksanaan bertambah. Sehingga energi pikiran menjadi sangat terfokus dan terorganisir dalam bekerja. Jadi, lakukan segala pekerjaan Anda dengan eustress. Cara ini sangat membantu Anda berkonsentrasi pada pekerjaan pentin yang perlu segera diselesaikan.

4. Ambil Waktu untuk Istirahat

Agar produktif, Anda tak melulu harus duduk di depan komputer. Hal ini malah akan menurunkan produktivitas karena Anda akan merasa letih, pusing dan bosan. Sangat disarankan untuk menghirup udara segar sejenak. Bisa dengan cara sekedar ke kantin di kantor atau membaca majalah.

5. Jangan Menunda Pekerjaan

Berhentilah menunda-nunda pekerjaan dan hanya dengan bertanya pada diri sendiri, Apakah saya harus melakukan pekerjaan ini? Apakah saya ingin pekerjaan tersebut dikerjakan sehingga tidak ada di pikiran saya? Semakin Anda hanya banyak berpikir, semakin pula Anda hanya membuang-buang waktu dan menunda segala pekerjaan yang harus diselesaikan.

Semoga bermanfaat dan semoga sukses untuk Anda!

Tim LoKerNesia

Ketahuilah Etika Bersosialisasi di Kantor Baru Anda!

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/ketahuilah-etika-bersosialisasi-di.html

Kegiatan sosialisasi merupakan sebuah proses komunikasi yang harus dijalani di berbagai situasi dan kondisi. Baik di rumah, kampus, maupun kantor.

Ternyata, sosialisasi di lingkungan kerja pun memiliki aturan tersendiri. Salah bersosialiasi bisa-bisa kamu memupuk musuh bukan menambah teman. Berikut cara-cara bersosialisasi di kantor seperti dikutip dari Buku Anak Bawang Cari Peluang

Berbicara dengan jelas
 
Bangunlah komunikasi dengan arah pembicaraan yang jelas. Pembicaraan tanpa arah hanya akan membuat lawan bicara bingung, bahkan kapok untuk kembali melanjutkan perbincangan denganmu.

Hati-hati berkomentar
 
Ketika dilibatkan dalam sebuah pembicaraan yang melibatkan isu menarik, tentu akan memancingmu untuk berkomentar. Namun, hendaknya kamu pikirkan matang-matang komentar yang akan kamu lontarkan. Jika isi perbincangan mengenai hal-hal serius, maka pastikan kamu memberikan komentar yang juga berisi.

Kompromi
 
Tidak hanya di dunia kerja, ketika memasuki lingkungan baru, tentu kamu akan dihadapkan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Jangan pernah menjadikan satu pengalaman dengan satu orang untuk menggeneralisasikan rekan-rekan kerja lainnya.

Ketidaksepahaman dengan rekan kerja karena perilaku maupun pola pikirnya tidak sesuai denganmu itu adalah hal wajar. Namun, pastikan kamu tetap produktif dalam bekerja. Budayakan kompromi dan toleransi sehingga bisa tercipta suasana kerja yang solid dan menyenangkan.

Pengaruhi orang lain 
Mempengaruhi orang lain dapat dilakukan dengan banyak cara positif. Bersikap ramah, menjadi pendengar setia, serta ringan tangan akan membuat orang lain merasa nyaman berada di dekatmu. Jangan lupa, tunjukkan kualitas yang kamu miliki sehingga mereka menganggapmu sebagai orang yang diperhitungkan.

Hadapi masalah
 
Meski telah berusaha dengan baik, tidak dimungkiri masalah akan tetap datang. Namun, lari dari masalah bukanlah sebuah sikap yang bijak. Hadapi masalah tersebut dengan kepala dan hati yang tenang.

Tidak mudah terpancing
 
Ketika terjadi konflik di kantor, jangan mudah terpancing emosi. Apalagi melakukan tindakan karena terpengaruh provokasi. Berpikirlah secara jernih, sehingga kamu dapat mengambil sikap dengan obyektif.

Jangan takut perubahan
 
Orang yang antiperubahan hanyalah orang kaku dan pengecut. Jika tidak mampu menerima perubahan, maka kamu tidak akan pernah bisa maju. Oleh karena itu, jangan takut menerima perubahan selama itu memang baik untuk karier dan kehidupanmu.

Lepaskan ego

 
Bekerja dalam sebuah perusahaan apapun berarti siap untuk menjadi pemain tim. Untuk menjadi pemain tim yang baik, kamu harus bisa melepaskan ego, sehingga dapat menjalin kerja sama yang solid.

Semoga bermanfaat dan sukses untuk Rekan-rekan sekalian!

Tim LoKerNesia

Terapkan 4 Tips Ini Jika Anda Terlanjur Melakukan Kesalahan Kerja

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/terapkan-4-tips-ini-jika-anda-terlanjur.html

Kita sadari maupun tidak bahwa tidak ada orang yang sempurna. Namun, perlu diakui bahwa saat bekerja semua orang akan selalu berusaha untuk mencapai kesempurnaan. Ketika terjadi kesalahan, Anda pastinya akan merasa panik dan patah semangat. Mau minta maaf, sudah terlambat. Sementara itu, Anda tinggal menghitung waktu untuk mendapat panggilan dari bos. Bagaimana caranya agar Anda bisa segera bangkit dari kesalahan dengan cara yang anggun? Andrea Kay, penulis buku Works' a Bitch and Then You Make It Work, memberikan empat tips singkat ini:

1. Ambil nafas. 

Ketika Anda menyadari telah berbuat kesalahan, cobalah menjauh dari "Tempat Kejadian Perkara" alias "TKP", misalnya komputer Anda. Lalu, ambil nafas dalam-dalam dan keluarkan, lakukan beberapa kali. Kalau memungkinkan, Anda juga bisa berjalan-jalan sebentar di luar. "Rasa takut dan emosi dapat membuat Anda tidak dapat berpikir jernih, sehingga bisa memicu Anda untuk mengambil tindakan yang akhirnya akan disesali," kata Kay.

2. Akui kesalahan. 

Berharap bos tidak menemukan kesalahan Anda hingga 20 tahun ke depan? Sia-sia saja. Dalam hitungan beberapa jam, Anda mungkin sudah dipanggil olehnya untuk diminta memberikan penjelasan. "Lebih baik Anda segera datang mengakui kesalahan pada atasan. Selain itu, beritahu juga padanya apa rencana Anda supaya kesalahan yang sama tidak terjadi lagi di masa mendatang," saran Kay.

3. Diskusikan solusinya. 

Jika kesalahan yang Anda lakukan itu sangat besar dan akan berpengaruh pada orang-orang lain di samping atasan Anda, coba minta pada bos untuk dapat ikut duduk bersama memikirkan solusinya, saran Kay. Berikan beberapa ide Anda untuk mengatasi masalah, lalu minta atasan mengadakan rapat untuk membahasnya bersama rekan lainnya. Bahkan jika atasan menganggap dia orang yang lebih tepat untuk menyelesaikan masalah, setidaknya Anda telah menunjukkan inisiatif untuk mencari solusi.

4. Jangan patah semangat. 

"Cara terbaik untuk bisa bangkit setelah melakukan kesalahan adalah dengan bekerja lebih keras lagi," papar Kay. Alih-alih menyembunyikan diri dan tenggelam dalam rasa minder, lebih baik berusaha untuk tetap percaya diri dan selesaikan semua pekerjaan yang menanti dengan usaha terbaik. Apabila hasilnya nanti memuaskan, dengan sendirinya orang akan mau memaafkan kesalahan Anda sebelumnya.

Semoga bermanfaat dan sukses selalu untuk Rekan-rekan sekalian!

Tim LoKerNesia

4 Kiat Bekerja Tanpa Stres

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/4-kiat-bekerja-tanpa-stres.html

Stres bagi seorang pekerja, nyaris tak bisa terpisahkan. Apapun bentuknya pekerjaan itu, stress pasti berusaha mengintai bahkan mengikutinya. Kondisi ini pastinya harus dihindari. Lalu, Bagaimana menghindarinya?

1. Meja kerja bersih

Meja kerja yang bersih dari kertas kerja akan sangat membantu anda untuk lebih fokus pada apa yang sedang dikerjakan. Pekerjaan akan cepat selesai karena pandangan tidak terganggu dengan tumpukan kertas di atas meja.

2. Bekerja dengan prioritas

Semua pekerjaan memang penting untuk diselesaikan secepatnya. Tapi, kita harus bisa membedakan mana yang mendesak untuk diselesaikan, mana yang bisa sedikit ditunda. Bekerjalah dengan prioritas! Dan beban pikiran pun akan jauh berkurang.

3. Segera ambil keputusan

Semakin cepat anda mengambil keputusan dalam menghadapi masalah, semakin cepat pula masalah anda akan terselesaikan. Dan, Anda tidak perlu lagi berlama-lama stress memikirkan masalah itu. Bukan pekerjaan yang gampang, tapi harus dilakukan secepatnya supaya tidak berlarut-larut.

4. Delegasikan pekerjaan

 
Tidak ada orang di dunia ini yang bisa melakukan segala pekerjaan tanpa bantuan orang lain. So, biasakan untuk mulai membagi beban kerja dengan orang lain di tim kerja anda. Stress berkurang dan anda pun akan punya lebih banyak waktu luang untuk aktivitas lainnya.

Semoga bermanfaat & semoga sukses untuk Anda!

Tim LoKerNesia

Sering Merasa Jenuh di Kantor? Terapkan 4 Cara Efektif Berikut Ini

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/sering-merasa-jenuh-di-kantor-terapkan.html

Kejenuhan merupakan salah satu penyakit yang sering hinggap saat bekerja. Gejala-gejala yang timbul biasanya mata jadi berkunang-kunang, ngantuk dan malas untuk mengerjakan tugas yang sudah menumpuk. Anda tidak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang normal.

Masing-masing individu memiliki tingkat kejenuhan yang berbeda, tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhinya, seperti usia, makanan yang Anda konsumsi, dan tingkat aktivitas Anda. Yang tidak boleh dilakukan adalah membiarkan rasa bosan ini berlama-lama hinggap di tubuh Anda, hingga menganggu aktivitas pekerjaan dan mengurangi produktifitas Anda.

Bagaimana caranya menghilangkan rasa jenuh saat di kantor dengan cara-cara praktis? Tips berikut ini, bisa Anda terapkan saat mata Anda sangat berat untuk dibuka:

1. Cari udara segar

Duduk berlama-lama mengakibatkan pegal dan suntuk karena terus berada di dalam ruangan. Cobalah, saat rasa malas itu datang, segera bangkit dari kursi Anda, bergerak ke luar ruangan dan lakukan aktifitas yantg bisa membuat Anda terhibur. Sekadar menghirup udara luar atau melakukan sedikit exercise seperti push up bisa mengembalikan kekuatan Anda yang sempat hilang, atau menelpon teman Anda untuk sekadar menanyakan kabar atau membahas film apa yang tayang minggu ini. Bisa dijamin, badan Anda kembali segar.

2. Dengarkan Musik

Bila keadaan Anda tidak memungkinkan untuk keluar ruangan, Anda bisa menyegarkan pikiran Anda dengan mendengarkan musik favorit atau lagu yang bersemangat di meja Anda bekerja. Cara ini bisa membantu menghilangkan kejenuhan sejenak dan kembali memompa semangat Anda.

3. Minum Air Putih

Dehidrasi bisa membuat kita lelah dan lesu. Air dapat menyegarkan tubuh dengan cara mengatur metabolisme tubuh kembali lancar. Jangan khawatir bila jadinya bolak-balik kamar mandi, hal itu bisa menjadi salah satu cara agar tubuh Anda tidak malas untuk bergerak. Bagaimana dengan minuman lain seperti kopi atau teh? Kandungan yang terdapat dalam kopi dan teh lebih memiliki efek samping ketimbang air putih. Silahkan cari minuman dan makanan yang sehat untuk Anda.

4. Organize Email atau akun Sosial Media

Selain aktifitas yang bisa membuat fisik anda terjaga, Anda juga dapat mengalihkan kebosanan dengan menjelajahi ruang sodial media Anda, seperti Facebook, Twitter, Google+, Linkedin atau hanya sekadar mengecek email masuk Anda yang pasti sudah berjumlah ratusan. Dari sana Anda akan menemukan beberapa email yang menghibur atau informatif yang kurang Anda sadari sebelumnya. Membuka situs olahraga atau infotainment juga bisa menyegarkan otak setelah seharian bergumul dengan pekerjaan kantor.

Namun walaupun bebarapa cara di atas dapat mengurangi bahkan menghilangkan rasa jenuh Anda, tetapi ada baiknya mencegah sebelum rasa jenuh itu datang. Menurut ahli kesehatan, rasa malas saat bekerja itu bisa menjadi tolak ukur seberapa sehat gaya hidup Anda.

Ada beberapa cara efektif untuk mencegah rasa malas itu datang, seperti :
  • Makan seimbang. Mengkonsumsi karbohidrat yang terlalu tinggi dapat menngakibatkan kantuk. Atur pola makan sehat agar produktifitas kerja Anda tidak terganggu dengan apa yang Anda makan.
  • Tidur cukup. Sepertinya hal ini yang hampir dialami semua orang. Membiarkan mata berjaga hingga dini hari dan terbangun dengan mata yang masih mengantuk. Hal ini jelas akan mempengaruhi aktifitas Anda di siang hari. Tidur terlalu lama pun tidak bagus, Anda akan berisiko mengalami penurunan energy lebih banyak dari biasanya. Tidurlah 7-9 jam tiap hari dan kurangi kebiasaan begadang.
  • Dapatkan pekerjaan yang lebih menantang. Perasaan malas saat bekerja bisa disebabkan karena kurangnya tantangan di dalam pekerjaan Anda. Dari pada, Anda merasa setengah hati dalam bekerja sehingga mengakibatkan rasa bosan terus menerus, mungkin sudah saatnya Anda mencari pekerjaan baru yang lebih menantang.
Semoga bermanfaat dan sukses untuk pekembangan karir Anda !

Tim LoKerNesia

Kiat Sukses Mempromosikan Diri dalam Berkarir tanpa "Menjilat"

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/kiat-sukses-mempromosikan-diri-dalam.html

Banyak cara untuk mencari perhatian di tempat kerja, baik itu dari teman-teman satu tim maupun dari atasan. Siapa sih yang tak ingin kelihatan menonjol di mata orang lain. Lebih-lebih dalam konteks pekerjaan, "menonjol" bisa membantu mempercepat kemajuan karier. Namun, berhati-hatilah. Keinginan yang terlalu menggebu untuk terlihat paling menonjol di antara yang lain di kantor, salah-salah bisa membuat Anda "over-acting". Bila ini terjadi, bukannya simpati atau penilaian yang positif yang Anda dapatkan melainkan justru label buruk, misalnya Anda bisa dicap sebagai penjilat.

Memangnya Anda mau mendapatkan penghargaan sebagai The Most Likely to Kiss Some Boss Butt?

Oleh karenanya sebelum Anda beraksi di tempat kerja, pastikan dulu Anda mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1. Apakah Anda tipe karyawan yang sebenarnya tidak memiliki keterampilan yang jelas dalam bidang tertentu, namun pintar memanfaatkan situasi dan mencari celah untuk mempromosikan diri?

2. Apakah Anda suka membuatkan kopi untuk bos, sambil berusaha agar semua orang tahun bahwa Anda melakukannya?

3. Apakah Anda selalu merasa punya andil dan jasa atas kesuksesan orang lain, padahal kenyataannya tidak demikian, atau andil dan jasa Anda tidak sebesar yang Anda gembar-gemborkan?

4. Sebaliknya dari no.3, apakah Anda gemar mencari kesalahan orang lain untuk kegagalan pekerjaan Anda?

5. Apakah Anda punya kebiasaan mengulur-ulur waktu meeting dengan komentar-komentar panjang yang "nggak penting", sekedar untuk menunjukkan bahwa Anda ada di situ?

6. Apakah Anda suka menggosipkan teman-teman sekerja, dan menceritakan kekurangan mereka kepada atasan?

7. Apakah Anda orang terakhir yang meninggalkan kantor padahal sebenarnya tak ada alasan apapun bagi Anda untuk pulang belakangan?

Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut "tidak", maka Anda memang bukan seorang penjilat. Namun, jika Anda masih ragu-ragu atau bahkan diam-diam mulai mengakui bahwa semua itu adalah kebiasaan Anda sehari-hari selama ini, maka Anda sebenarnya bukanlah karyawan yang berdedikasi seperti yang Anda pikirkan. Artinya, inilah saatnya bagi Anda untuk berubah, demi konsistensi karir Anda. Sebab, percayalah, di mana pun tak ada tempat bagi orang yang menempuh cara-cara yang bersifat menjilat dalam mengejar kemajuan karier di tempat kerja.

Semoga Bermanfaat & Semoga Sukses untuk Anda !

Tim Kontributor LoKerNesia

Solusi Cerdas Mengatasi Rasa Malas di Tempat Kerja Anda

jobsinpt.blogspot.com/2012/04/solusi-cerdas-mengatasi-rasa-malas-di.html

Rasa malas kerap digambarkan sebagai hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan. Ini merupakan sejenis penyakit mental yang dapat berakibat buruk dan sangat merugikan. Perasaan malas dapat menyebabkan kinerja seseorang menjadi kacau karena tidak mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik. Segala macam kesuksesan tidak akan menghampiri bila penyakit ini masih menempel dalam diri seseorang.

Menurut Edy Zaqeus, rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu. Yang termasuk dalam keluarga besar malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda pekerjaan, dan mengalihkan diri dari kewajiban. Malas berdampak terhadap produktivitas kerja. Karena malas, seseorang menjadi tidak produktif bahkan mengalami stagnasi. Badan terasa lesu, semangat dan gairah menurun, ide pun tak mengalir. Akibatnya, kita tidak mempunyai kekuatan apa pun untuk bekerja secara optimal. Jika dibiarkan berlarut-larut, penyakit malas akan semakin ‘kronis’.

Negatif

Kebiasaan malas biasanya muncul lantaran kita suka mengaitkan pemikiran dengan sudut pandang yang negatif. Saat membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan atau kegiatan lain yang menjadi tanggung jawab kita, bukannya segera kita selesaikan pekerjaan itu, kita malah menundanya sehingga mengundang stres.

Untuk mengatasi rasa malas, kita harus membuat tujuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Tanpa tujuan yang benar, kita hanya bergerak secara naluriah. Posisi seperti ini akan membuat kita menjadi pasif, yang ditandai dengan selalu menunggu perintah, tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah kepada nasib. Untuk memunculkan gairah dan motivasi, kita harus berani memutuskan tujuan hidup kita.

Selain itu, Anda perlu selalu mengasah kemampuan. Dengan memiliki kemampuan yang baik, perasaan malas dapat segera diatasi. Dalam hal ini, Anda dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah di pekerjaan karena memiliki kemampuan untuk melakukannya. Dengan sendirinya, ini akan memperkuat rasa percaya diri, menebalkan komitmen pencapaian tujuan, dan tentu saja menumbuhkan semangat. Sebaliknya, bila kita menolak aktivitas pembelajaran, komitmen kita akan melemah yang pada gilirannya dapat menurunkan semangat kerja dan menimbulkan kemalasan yang berkepanjangan.

Menambah pergaulan juga dapat mengatasi rasa malas yang timbul di kantor. Sebaiknya Anda jangan terlalu lama duduk berdiam diri. Dengan bangkit dan menghampiri orang-orang yang sedang tekun serta semangat dalam melakukan pekerjaannya, akan membangkitan motivasi kita untuk bekerja. Pancaran optimisme dan semangat itu dapat menginspirasi kita, bahkan menularkan semangat yang sama kepada orang lain. Selain itu, menerapkan disiplin dalam aktivitas sehari-hari merupakan obat mujarab untuk menumbuhkan kebiasaan positif dalam diri kita.

Bangkit dari Malas

 
Bila segala daya dan upaya telah Anda lakukan namun perasaan malas itu tetap bercokol dalam diri Anda, maka cobalah tips yang telah dipraktikkan oleh Rahmadsyah, seorang Mind-Therapist, ini. Menurutnya, seseorang yang mengetahui bahwa dirinya sedang malas dapat menggunakan perasaan itu sebagai alat untuk mencapai hasrat terbesar. Bagaimana caranya? Berikut ini cara yang pernah ia praktikkan:

Pertama, control the state.

Jika rasa malas merasuki tubuh dan pikiran Anda, segeralah mengubah kondisi fisik Anda. Kalau tadinya Anda duduk dengan bahu agak turun ke bawah, sehingga tubuh Anda tak bertenaga, lemah, lesu, letih, dan loyo, sekarang bangkitlah dan berdiri tegak. Lihat ke atas, tarik napas yang dalam, kemudian hembuskan kembali. Lakukan sebanyak 3x atau sampai Anda merasa nyaman.

Kedua, visualisasikan mimpi Anda.

Saya pernah mempraktikkan ini bersamaan dengan control the state dan hasilnya luar biasa,” ungkap Rahmadsyah. Anthony Robbins juga menuliskan dalam bukunya Awaken The Giant Within bahwa salah satu penyebab seseorang tidak termotivasi hingga jadi tidak bersemangat dan bermalas-malasan, karena mimpi-mimpi yang Anda tulis atau Anda inginkan, kurang menginspirasi Anda untuk bertindak. Tatkala Anda mencoba memvisualisasikannya, Anda telah melakukan perubahan besar. Anda telah mengganti pikiran dan fokus, dari tatapan kosong, blank, tidak tahu harus melakukan apa menjadi terisi gambaran besar akan terwujudnya cita-cita Anda. Semakin kuat visualisasi Anda, gambar, suara, semakin detail Anda melakukannya, semakin besar pula khasiatnya.

Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah muncul, cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam mimpi.  

Jadi, kalau kita ingin sukses, buanglah perasaan malas Anda dan bangkitlah!

Semoga Bermanfaat & Semoga Sukses untuk Anda !

Tim Kontributor LoKerNesia

Bekerjalah Maksimal tetapi Bukan untuk Mengejar Jabatan

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/bekerjalah-maksimal-tetapi-bukan-untuk.html

Kesuksesan berkarir pada bidang yang Anda kuasai namun tak sepenuhnya disukai, berada pada posisi tinggi dalam suatu perusahaan, dan berpenghasilan besar dengan status sosial tinggi tak lantas mendatangkan kebahagiaan seutuhnya. Bukan berarti tak puas atau tak bersyukur dengan apa yang dipunya. Namun ada masa ketika seseorang sudah memiliki segalanya, ia justru merasa berada pada satu titik dengan perasaan hampa. Pada titik inilah seseorang tergerak untuk menemukan kebahagiaan sejatinya.

Inilah yang dirasakan Cindy Sally Edina, Pemenang Young Caring Professional Award (YCPA) 2011, ajang pemilihan untuk profesional dan entrepreneur perempuan dari Caring Colors Martha Tilaar. Setelah sukses dalam karirnya di bidang advertising, Cindy memutuskan mengejar kebahagiaannya, menjadi seorang pelukis dan pekerja seni serta mencipta sendiri berbagai peluang kerja menggali sisi seni dalam dirinya.

Bagi Cindy, bekerja untuk sekadar mengejar status tak memberikannya kebahagiaan. "Bekerja tidak harus punya jabatan. Profesi bisa diciptakan sendiri. Saya tujuh tahun bekerja sebagai media marketing manager, namun saya merasa kosong, meski punya uang tapi saya merasa tidak bahagia," ungkapnya kepada Kompas Female di sela kegiatan kelas kecantikan bersama Caring Colors di Jakarta.

Menurut Cindy, tak sedikit orang yang kalau sudah bekerja di suatu tempat, ia terikat dengan status. Jabatan menjadi incaran juga motivasinya dalam bekerja di sebuah perusahaan besar. Ketika berhasil, ia pun kemudian dikenal oleh banyak orang karena nama besar perusahaan tempatnya bekerja, bukan sebagai pribadi.

"Kalau tak lagi bekerja untuk perusahaan itu, lantas siapa kita? Saya lebih ingin dikenal sebagai saya, seorang manusia bukan seseorang yang bekerja di perusahaan tertentu. Siapa saya, apakah saya, apa yang bisa saya wariskan nanti Pertanyaan-pertanyaan ini mengusik saya, dan membuat saya berpikir kembali karena saya merasa kosong meski memiliki kehidupan mewah saat itu," ungkapnya.

Butuh tujuh tahun bagi Cindy untuk memberanikan diri membuat pilihan, menjalani kehidupan baru di luar zona nyamannya. Perempuan kelahiran Jakarta, 28 Oktober 1981 ini kemudian memutuskan berhenti bekerja di usia 26, meninggalkan semua kemewahan yang dimilikinya, status, gaji besar, jabatan tinggi. Ia kemudian meretas jalan baru, menggeluti profesi baru yang memberikannya kebahagiaan mengisi ruang kosong dalam dirinya, menjadi pelukis dan pekerja seni mulai 2010.

"Saya suka menggambar sejak Taman Kanak-Kanak, sejak itu tak ada yang menghentikan saya menggambar. Dulunya saya ingin masuk sekolah seni, tapi tidak diizinkan," tuturnya.

Berani dan yakin 


Tak mudah meninggalkan zona nyaman untuk mengejar sesuatu yang belum tampak namun diyakini dapat memberikan kebahagiaan. Cindy mengaku menjalani masa sulit dan menerimanya sebagai konsekuensi atas keputusan ekstrem yang dibuatnya.

"Cara saya memang cenderung ekstrem. Saya langsung berhenti kerja, merantau ke luar negeri mencari tempat yang jauh untuk menghilang sementara menemukan diri sendiri," ungkapnya.

Sebelum fokus menjadi pelukis, Cindy mengatasi masa transisinya dengan mencoba profesi baru konsultan keuangan pada perusahaan asuransi. Waktu kerja yang fleksibel sebagai konsultan keuangan memungkinkan baginya untuk menemukan profesi yang paling diinginkan dalam hidupnya. Setelah 2-3 tahun, Cindy akhirnya meyakini bahwa profesi yang paling tepat untuknya dan mengisi ruang kosong dalam dirinya, adalah menjadi pelukis dan pekerja seni.

Akan lebih mudah bagi seseorang untuk menjadi apa yang dunia inginkan, katanya. Namun kalau itu yang dilakukan, lama kelamaan seseorang akan kehilangan jati dirinya. Dan Cindy tak ingin kehilangan jati dirinya. Meski harus melewati proses berat dalam peralihannya menjadi pelukis, Cindy pantang kembali ke kehidupan lamanya dan memilih untuk meneruskan pilihan barunya.

"Berat, karena sudah terbiasa digaji, tapi sejak mandiri keuangan jadi bermasalah. Bekerja sendiri berbeda dengan kerja kantoran yang mendapatkan 'subsidi' tiap bulan. Sedangkan sejak menjadi pelukis, belum tentu setiap bulan lukisan terjual," jelas Cindy yang biasanya menghasilkan satu lukisan dalam waktu 1-2 bulan, dan jika cocok ia menjualnya dengan nilai yang bisa menghidupinya hingga 3-6 bulan ke depan.

Meski tak senyaman saat menjadi karyawan, Cindy mengaku justru pilihannya untuk mandiri mengasah jiwa entrepreneur dan membuatnya lebih kuat dan yakin atas apa yang dilakoninya.

Menjadi pelukis dan pekerja seni justru membuka lebih banyak kesempatan baginya. Cindy mengungkapkan, lukisan bukan satu-satunya mata pencahariannya. Ia pun mulai dikenal sebagai Cindy, sosok perempuan yang bertalenta dan inspiratif. Selain dari lukisan, ia pun kerap mendapatkan bayaran lantaran berbagi pengalaman dan keterampilannya di bidang seni. "Saat butuh uang, saya menerima dalam jumlah yang melebihi kebutuhan," ungkapnya.

Berbagai peluang kerja juga semakin terbuka ketika jaringan semakin luas, salah satunya melalui program YCPA yang memberikannya kesempatan untuk berbagi pengalaman di depan publik. "Selalu ada jalan untuk melakukan apa yang kita inginkan. Tidak mudah memang tapi selama kita memberikan yang terbaik, pasti ada jalan," tutur perempuan yang sukses menjual lukisannya hingga ke Kanada dan Perancis.

Kini, Cindy tak hanya menikmati kegiatan melukis dan menjual karya seninya untuk menghidupi diri. Ia pun tergerak untuk mencipta lagi peluang baru, salah satunya terlibat dalam pembuatan album musik penyembuhan diri. "Album ini dibuat untuk pemulihan diri lewat nada dan melodi, penggabungan psikologi dan spiritualisme," tutur Cindy yang dipercaya sebagai project coordinator untuk pembuatan Album ini. Kesempatan pun kian terbuka lebar untuk Cindy menciptakan profesi-profesi baru berbekal kemampuannya di bidang seni. Seperti dikatakannya, "Kita bisa menciptakan sendiri profesi yang kita mau, bukan sekadar bekerja untuk mengejar status semata."

Terima Kasih & Semoga Sukses !

Tim Kontributor LoKerNesia

Mau Sukses Berkarir? Jangan Jadi Karyawan yang Manja!

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/mau-sukses-berkarir-jangan-jadi.html

Mencapai dan menduduki jabatan puncak dalam dunia karir, menjadi impian setiap karyawan. Seiring dengan tingginya posisi, banyak tantangan dan tanggung jawab yang harus dicapai sebagai key performance indicator. Tentu saja, proses yang harus dilalui, tidaklah selalu mulus dan semudah membalikkan tangan. Dan ini terkait erat dengan bagaimana karyawan menentukan pilihan yang tepat dalam menyikapi tantangan di depannya.

Karyawan yang berbahagia, kali ini saya ingin menyampaikan sebuah cerita. Kisah yang sering saya sampaikan kepada para peserta pelatihan di lembaga kami, kisah tentang elang dan ayam. Ada yang sudah pernah mendengarnya, kan? Baiklah saya coba mengisahkan kembali untuk para insan mulia.

Ada dua orang nenek yang bersahabat sejak mereka masih remaja. Sebut saja namanya Nenek Rina dan Nenek Rini. Mereka berdua tinggal di pinggir kampung dekat hutan. Anak-anak mereka sudah berkeluarga dan tinggal di kota. Mereka masing-masing juga telah memiliki beberapa orang cucu. Mereka berdua mengisi hari-hari dengan berkebun atau mencari kayu bakar yang kemudian dijual ke pasar.

Suatu hari Nenek Rina dan Nenek Rini pergi ke hutan mencari kayu bakar. Sewaktu di dalam hutan, mereka menemukan 2 butir telur. Tidak tahu telur apa. Karena penasaran, mereka sepakat untuk membawa pulang telur itu dan masing-masing menyimpan satu telur untuk ditetaskan, hingga menetas.

Namun ada pemandangan yang janggal, yakni ada satu ayam yang ’aneh’. Badannya tumbuh jauh lebih besar dari ayam yang lainnya. Paruhnya lebih tajam, kakinya lebih besar dan matanya terlihat lebih tajam dan berkilau. Hanya saja, ia tidak bisa berkokok.

Demikian pula di rumah Nenek Rani. Tapi berbeda dengan ’ayam aneh’ di rumah Nenek Rina, ayam ini merasa asing berada di lingkungan para ayam. Ia merasa aneh dengan kebiasaan ayam-ayam yang mengais tanah untuk mencari makan. Ia merasa tidak puas dengan makanan seperti itu. Ayam yang badannya juga lebih besar dari ayam-ayam lainnya itu merasa senang dengan paruhnya yang tajam, matanya yang lebih jeli melihat dan bulu-bulu sayapnya yang lebih indah. Juga kakinya yang lebih kokoh. Ia ingin menjadi ’ayam’ yang berbeda dengan ayam-ayam itu.

Setiap hari ia melihat ke atas langit. Ia senang memandangi seekor burung yang terbang tinggi, berputar di angkasa, sesekali menukik ke bawah dan terbang lagi dengan kecepatan tinggi, melesat laksana kilat. Sayap-sayapnya mengembang, kokoh dan perkasa.

Ayam aneh itu ingin terbang. Ia kemudian naik ke atas batu, melompat dan berusaha mengepakkan sayapnya. Kemudian mencari tempat yang lebih tinggi. Setelah beberapa kali bisa mengepakkan sayap, ia mulai melompat dari atap rumah. Ia belajar terbang. Begitu setiap hari ia berlatih. Ayam aneh ini juga mulai makan-makanan yang lebih besar. Ia lebih senang memakan ulat, ikan atau cacing. Ia bahkan pernah mengalahkan seekor ular yang memasuki kandang, lalu memakannya.

Beberapa lama kemudian, ia mulai bisa terbang. Hingga suatu hari, ia benar-benar meninggalkan rumah itu. Ia terbang, melesat dan tidak pernah kembali lagi.

Berbeda dengan nasib ’ayam aneh’ di rumah Nenek Rani. Karena badannya yang besar dan tampak lebih sehat. Pada saat hari Raya, ketika anak dan cucu-cucunya berkumpul, Nenek Rani memilih ayam aneh itu untuk dipotong dan dijadikan hidangan, ayam bakar istimewa untuk cucu-cucunya di Hari Raya.

Rekan profesional, para karyawan yang berbahagia, kita semua diciptakan oleh Tuhan dari asal yang sama. Tapi mengapa ada yang sukses dan ada yang biasa-biasa saja. Ada yang menjelma menjadi orang besar, para pahlawan, namun ada yang menjadi orang biasa. Bahkan naas, menjadi pecundang.

Semua tergantung bagaimana kita memilih sikap dalam kehidupan. Sama seperti telur-telur tadi, boleh jadi ia berasal dari induk elang yang sama, namun mereka memilih jalan yang berbeda dan hasilnya pun berbeda.

Jika kita hanya diam, menunggu atau bermanja-manja, maka keberhasilan mungkin akan menjadi angan-angan semata. Namun jika kita belajar, bekerja dan berusaha, saya yakin tidak ada yang mustahil atas semua cita-cita kita. Jadi, kalau terlintas dalam benak Anda untuk sedikit bermanja-manja, jawab saja : 
"No Way!"


Terima Kasih & Semoga sukses !

Tim Kontributor LoKerNesia

Awas! Kubikel Sempit di Ruang Kerja Kantor Dapat Turunkan Kreativitas Anda!

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/hati-hati-kubikel-sempit-di-ruang-kerja.html

Apakah ide Anda tidak kunjung muncul juga meski sudah duduk berjam-jam di depan komputer kantor? Coba periksa ruangan kerja Anda!

Kubikel-kubikel di kantor dibuat sedemikian rupa untuk membuat karyawan bekerja lebih produktif karena mendukung konsentrasi kerja. Produktivitas bisa diraih salah satunya dengan pola pikir kreatif dan outside the box. Dan ternyata, luas kubikel sangat berpengaruh pada proses tersebut lho.

Penelitian yang dilakukan ilmuwan China dan Amerika terhadap beberapa pekerja menunjukkan bahwa luas ruangan kerja ternyata berpengaruh pada kreativitas pekerja. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science sebagaimana dilansir dalam mediaindonesia.com.

Tim peneliti menempatkan relawan dalam sebuah space yang dikelilingi kardus membentuk kubikel berukuran lima kaki kali lima kaki. Relawan diatur sedemikian rupa agar tidak merasa sesak. Sedangkan relawan lainnya ditempatkan di luar kardus.

Kemudian para relawan diuji kreativitasnya. Mereka diminta menempatkan kembali dua bagian tatakan gelas yang dipotong. Tes ini terkait dengan dua representasi fisik, yakni menempatkan kembali dua potongan atau menjadikan dua potongan menjadi satu. Hasilnya, relawan yang berada di luar kardus konsisten lebih kreatif dalam berpikir dan merepresentasikan tugas tersebut.

Seperti dilansir Daily Mail, Dr. Angela Leung dari Singapore Management University menuliskan kreativitas merupakan keterampilan yang sangat dicari. Kondisi seseorang saat bekerja berpengaruh pada kemampuannya menghasilkan ide-ide kreatif. “Jadi, menciptakan ruang kantor terbuka bisa membebaskan pikiran kita,” ujarnya.

Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa mereka yang bisa berjalan bebas lebih banyak memiliki ide orisinil dibanding mereka yang hanya berjalan lurus. Artinya, mereka yang bisa berjalan mondar mandir dengan santai di ruangan kerjanya dapat lebih mudah menemukan pemecahan masalah dibanding yang tidak.

Nah, sekarang kita tahu bahwa fokus pada kondisi tempat kerja sangat penting untuk meningkatkan kreativitas. Jika memang tidak bisa diperluas, paling tidak ciptakan suasana menyenangkan dengan aksesoris-aksesoris pembangkit semangat, seperti lukisan dan bunga segar di atas meja kerja.

Terima Kasih dan Semoga Sukses !


Hormat Kami,

Tim Kontributor LoKerNesia

Cara Bekerja yang Multitasking : Apakah Menguntungkan atau Menyita Waktu?

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/cara-bekerja-yang-multitasking-apakah.html

MULTITASKING, sekilas adalah kemampuan yang pantas dibanggakan dan menjadi catatan prestasi tersendiri dari seorang karyawan. Namun selidik punya selidik, baik dalam kehidupan personal maupun professional, multitasking umumnya malah memberikan dampak buruk yakni penyelesaian pekerjaan yang kurang efisien dan memicu stress.

Penjelasan berikut ini mungkin sedikit membantu. Bagaimana pun juga, tubuh manusia tentunya berbeda dengan komputer. Jika sebuah komputer mampu mengerjakan dua atau tiga aplikasi sekaligus, itu memang karena ia didesain sedemikian rupa. Sedangkan tubuh manusia tidak. Multitasking hanya dapat dilakukan untuk hal-hal yang mudah dilakukan, misalnya saja makan sambil menonton. Namun untuk kegiatan yang sifatnya professional, multitasking lebih baik dihindari.

Beberapa orang melakukan multitasking dengan alasan yang cukup familiar, yaitu karena ia merasa atasan atau bosnya berharap banyak kepadanya. Tak heran jika mereka sangat obsesif untuk melakukan dua atau lebih pekerjaan dalam sekali waktu, tujuannya supaya lebih cepat selesai. Ibaratnya, sekali dayung, dua tiga pulau terlewati. Padahal, yang seperti itu justru membuat pekerjaan berantakan dan kurang maksimal.

Jeff Davidson, seorang ahli strategi bisnis menganalisis multitasking ini dalam situs humanresourcesiq.com dengan memaparkan kerugian dan jalan keluarnya.

Multitasking is Costly

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Joshua Rubinstein, Ph.D., David Meyer, Ph.D.; and Jeffrey Evans, Ph.D, multitasking ini justru ditengarai sebagai halangan bagi karyawan untuk lebih produkstif.

Kerugian yang utama dalam multitasking ini adalah pemborosan sesuatu yang seharusnya dihemat, yakni waktu. Ketika seseorang sedang berkutat mengerjakan sebuah dokumen, kemudian ia juga berbicara di telepon, berbicara dengan rekan kerja, ia harus berganti-ganti kegiatan setiap saat. Kegagalannya untuk berkonsentrasi pada satu hal selama 10 sampai 20 menit akan merugikan perusahaan dengan penurunan income berkisar antara 20%-40%. Inilah yang disebut para peneliti sebagai time cost.

Work Smarter

Sebagai analogi adalah kejadian di saat sebuah jadwal penerbangan yang dibatalkan. Para penumpang akan bergegas menunju meja reservasi dan meminta penerbangan berikutnya. Namun, apakah seorang petugas akan mampu melayani 20 orang sekaligus? Jika hal itu terjadi, mungkin kondisinya akan menjadi carut-marut. One on one akan membuat petugas memiliki control terhadap calon pembeli dan bekerja lebih cepat dan tepat.

Kesimpulannya, semakin bagus kemampuan personal untuk berkonsentrasi dengan apa yang dikerjakan, semakin baik dampaknya bagi keberhasilan kinerja dan kedamaian otak.

Berusaha untuk bekerja multitasking, mungkin akan mengurangi kegelisahan dalam jangka waktu yang sangat pendek, tetapi menambah kegelisahan dalam jangka panjang. Jika sampai saat ini Anda masih terjebak dalam perangkap multitasking, mungkin saran-saran ini dapat dicoba:
  1. Ketika sedang membaca atau menulis, menjauhlah dari koneksi internet. Hal ini khususnya untuk aplikai internet yang tidak kondusif seperti instant messaging, YM, Facebook, dan sebagainya.
  2. Sempatkan waktu break atau istirahat pada pagi dan siang hari selama lima belas menit.
  3. Jangan makan di meja kerja. Tinggalkan meja kerja agar semangat dan energi terisi ulang kembali.
  4. Pilihlah teknologi yang tepat, artinya, teknologi yang dapat meringankan pekerjaan dan bukan sebaliknya.
  5. Fokuslah dengan tujuan besar yang ingin Anda raih dalam pekerjaan Anda.
Terima Kasih dan Semoga Sukses !


Hormat Kami,

Tim Kontributor LoKerNesia

Langkah Menangani Stres dalam Pekerjaan

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/langkah-menangani-stres-dalam-pekerjaan.html

Setiap orang pasti suatu waktu pernah mengalami stres, terlebih yang menyangkut urusan di dunia kerja. “Stres dalam pekerjaan bila tidak dapat diatasi akan menimbulkan gangguan, bahkan menyebabkan penyakit kronis,” demikian disampaikan Wilman Dahlan, pengajar dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Menurutnya, stres merupakan hal yang wajar dialami oleh manusia. Perbedaan pada derajat stres terjadi karena setiap orang punya cara yang berbeda dalam bereaksi terhadap situasi yang menimbulkan stres. Misalnya, ketika menghadapi pekerjaan yang menumpuk, reaksi yang ditampilkan setiap individu berbeda-beda. Ada yang meluapkannya dalam bentuk kemarahan, menampakkan wajah tegang, atau menyikapinya dengan santai.

Padahal situasi yang dihadapi sama,” katanya. Wilman mengungkapkan, sumber stres di lingkungan kerja dapat bersifat konkret seperti atasan, rekan kerja, kompensasi yang diterima, atau terlalu sering tugas ke luar kota. Di samping itu, ada pula sumber stres yang bersifat abstrak, misalnya, beban kerja yang tinggi, pekerjaan belum selesai sedangkan batas waktu semakin dekat, menyiapkan presentasi, perusahaan mengalami kemunduran, kemungkinan terkena PHK, dan perkembangan karier yang tidak jelas.

Dilihat dari definisinya, Wilman menyebutkan, stres merupakan keadaan yang tidak seimbang antara tuntutan dan sumber daya yang dimiliki seseorang. “Stres terjadi saat individu menghadapi tuntutan yang melampaui kemampuan dirinya, sebagai akibat tekanan yang berasal dari sumber stres atau disebut stresor,” paparnya. Stres pada pekerjaan dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya. Di kalangan pekerja Indonesia, penyakit akibat stres yang paling banyak muncul antara lain: jantung koroner, hipertensi, tukak lambung, keletihan, mudah pilek, gangguan tidur, sakit kepala, migren, nyeri kuduk dan pundak, gangguan menstruasi, gangguan pencernaan, mual-mual, dan alergi. Di samping itu, stres juga menimbulkan ketidakhadiran dan kecelakaan kerja yang cukup tinggi.

Wilman menilai, sejauh ini usaha yang dilakukan manajemen untuk meningkatkan produktivitas karyawan hanya yang berhubungan dengan keterampilan kerja, tanpa disertai keterampilan mengatasi stres. “Ini tidak akan memberikan hasil yang optimal, karena stres yang dialami seseorang akan menurunkan konsentrasi dalam bekerja,” ujarnya. Karena itu, agar produktivitas kerja mencapai hasil yang optimal, ia menyarankan, karyawan sebaiknya juga diberikan pelatihan manajemen stres.

Ia menjelaskan, manajemen stres adalah kegiatan untuk meningkatkan kemampuan individu dalam mengatasi stresor atau emosi negatif yang ditimbulkan oleh stresor. “Manajemen stres bertujuan untuk meningkatkan kemampuan individu dalam menangani stres yang dialami seseorang,” tuturnya. Kegiatan dalam manajemen stres, ungkap Wilman, berorientasi pada perubahan perilaku, bukan perubahan pada aspek kepribadian. Dengan begitu, individu diharapkan dapat melakukan monitoring terhadap perilaku yang ditampilkannya, lalu mengevaluasinya sendiri.

Akan tetapi, jika gangguan stres sudah demikian serius baik bagi kepribadian maupun kesehatan seseorang, Wilman menganjurkan untuk segera berkonsultasi pada tenaga profesional. Upaya lain yang dinilainya dapat mengurangi stres adalah melakukan kegiatan yang berhubungan erat dengan keagamaan disertai penyerahan diri kepada Tuhan, seperti sholat, zikir, tafakur, meditasi, atau membaca kitab suci.

Terima Kasih dan Semoga Sukses !


Hormat Kami,

Tim Kontributor LoKerNesia

7 Tips Meningkatkan Kecerdasan Emosional (EQ) di Tempat Kerja

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/7-tips-meningkatkan-kecerdasan.html

Emosi adalah hal begitu saja terjadi dalam hidup Anda. Anda menganggap bahwa perasaan marah, takut, sedih, senang, benci, cinta, antusias, bosan, dan sebagainya adalah akibat dari atau hanya sekedar respon Anda terhadap berbagai peristiwa yang terjadi pada Anda

Membahas soal emosi maka sangat kait eratannya dengan kecerdasan emosi itu sendiri dimana merupakan kemampuan seseorang untuk memotivasi diri sendiri, bertahan menghadap frustasi, mengendalikan dorongan hati (kegembiraan, kesedihan, kemarahan, dan lain-lain) dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan mampu mengendalikan stres.

Kecerdasan emosional juga mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati dan kecakapan sosial. Ketrampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi antara lain misalnya kemampuan untuk memahami orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan memberi inspirasi dan sebagainya.

Nah, agar kecerdasan emosional Anda terjaga dengan baik, berikut 7 ketrampilan yang harus Anda perhatikan dan tak ada salahnya Anda coba:

1. Mengenali emosi diri 
Ketrampilan ini meliputi kemampuan Anda untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, kesepian.

2. Melepaskan emosi negatif
Ketrampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.

3. Mengelola emosi diri sendiri
Anda jangan pernah menganggap emosi negatif atau positif itu baik atau buruk. Emosi adalah sekedar sinyal bagi kita untuk melakukan tindakan untuk mengatasi penyebab munculnya perasaan itu. Jadi emosi adalah awal bukan hasil akhir dari kejadian atau peristiwa. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu Anda mencapai kesuksesan.

Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada Anda.

Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.

4. Memotivasi diri sendiri 
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional--menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati--adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang.
Ketrampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.

5. Mengenali emosi orang lain 
Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan ketrampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Ketrampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.

6. Mengelola emosi orang lain
Jika ketrampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia.

Ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antar pribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antar korporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antar individu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain.
 
7. Memotivasi orang lain
Ketrampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari ketrampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Ketrampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan andal.

Jadi, sesungguhnya ketujuh ketrampilan ini merupakan langkah-langkah yang berurutan. Anda tidak dapat memotivasi diri sendiri kalau Anda tidak dapat mengenali dan mengelola emosi diri sendiri. Setelah Anda memiliki kemampuan dalam memotivasi diri, barulah kita dapat memotivasi orang lain.

Terima Kasih dan Semoga Sukses !


Hormat Kami,

Tim Kontributor LoKerNesia