Showing posts with label Tips mendapatkan Karir Impian. Show all posts
Showing posts with label Tips mendapatkan Karir Impian. Show all posts

Anda Sulit Dapat Kerja? Kenali & Atasi Dulu Poin-poin Berikut Ini

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/05/anda-sulit-dapat-kerja-kenali-atasi.html

"Kenapa sih sampai sekarang ini saya belum mendapatkan pekerjaan?

Pertanyaan tersebut mungkin selalu ada di benak para pencari kerja baik yang baru lulus atau sudah lama menganggur. Anda mungkin sudah memiliki kualifikasi yang tepat dengan karyawan yang sedang dicari, tapi mengapa belum juga mendapat panggilan tes atau wawancara kerja? Hal tersebut bisa terjadi karena kesalahpahaman atau kekurangan informasi antara si pelamar maupun tempat kerja yang membutuhkan.

Banyak syarat-syarat tak tertulis dalam melamar kerja yang perlu diketahui terlebih dulu sebelum mulai mengirimkan surat lamaran. Berdasarkan lansiran dari About, berikut beberapa hal yang membuat Anda sulit mendapatkan pekerjaan dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Cari Tahu Informasi Perusahaan
 
Seringkali orang melamar pekerjaan ke suatu perusahaan yang ternyata belum membuka lowongan, meskipun ada beberapa yang tetap mengambil dan menyimpan aplikasi yang dikirimkan. Namun, alangkah baiknya jika sebelum Anda melamar ke perusahaan tersebut, ketahui terlebih dahulu apakah perusahaan itu sedang membuka lowongan atau tidak. Dengan begitu, peluang surat lamaran Anda akan dibaca oleh HRD lebih besar.

2. Mendeskripsikan Diri dengan Baik
 
Sebagian orang kerap tidak dapat menjelaskan tentang dirinya sendiri dengan baik saat wawancara kerja secara langsung,tatap muka maupun via telepon. Maka sebaiknya Anda menjelaskan tentang diri sendiri dengan baik melalui surat lamaran yang akan dikirimkan. Hal tersebut untuk mendapatkan kesan pertama yang baik.

Jika memang perusahaan melakukan wawancara kerja melalui via telepon, pastikan Anda menggunakan etika berbicara melalui telepon dengan baik. Berbicaralah dengan jelas dan benar, usahakan jauh dari segala kebisingan yang ada di sekitar Anda. Apabila pewawancara tidak dapat mendapatkan perhatian penuh dari Anda, maka dia akan mengira Anda orang yang tidak bisa fokus. Sebelum melakukan tes tertulis atau wawancara, ada baiknya jika Anda mencari tahu terlebih dahulu informasi mengenai bagaimana cara penilaiannya, kemudian berapa lama waktu yang dibutuhkan dan seperti apa kira-kira pertanyaan yang akan diberikan.

3. Melamar Pekerjaan Sesuai Kemampuan
 
Tak sedikit orang melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan atau bidangnya. Jika Anda termasuk orang yang demikian, sebaiknya hindari untuk melamar ke perusahaan dan meminta posisi kerja yang sudah jelas tidak Anda kuasai. Hal tersebut hanya akan membuang-buang waktu. Prioritaskan untuk melamar ke perusahaan yang cocok dengan kemampuan Anda dan bidang yang dikuasai.

4. Perlunya Keterampilan yang Beda
 
Keterampilan yang baru dan berbeda umumnya diperlukan di beberapa perusahaan sebagai nilai tambahan. Anda juga mungkin perlu keterampilan kerja yang lebih relevan untuk perusahaan tersebut. Pastikan juga pendidikan dan pengalaman Anda dalam menggunakan komputer dan sebagainya tersorot pada aplikasi Anda. Sehingga bisa menjadi pertimbangan oleh perusahaan yang dilamar.

5. Periksa Ulang
 
Sebelum mengirimkan CV dan surat lamaran, periksa terlebih dulu resume Anda dan jangan sampai ada yang salah tulis. Jika melamar pekerjaan melalui email atau situs lowongan kerja, Anda juga perlu periksa ulang data-data Anda di dalamnya. Jangan lupa terus mencari sumber baru untuk lowongan pekerjaan.

Semoga bermanfaat & salam sukses untuk rekan-rekan sekalian.

Tim LoKerNesia.

Hal-hal Inilah yang Akan Menjadi Pertimbangan Perusahaan ketika Anda Melamar Kerja

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/05/hal-hal-inilah-yang-akan-menjadi.html

Penilaian para manajer personalia (HRD) di suatu perusahaan terhadap calon karyawan dimulai ketika mereka membaca aplikasi kerja Anda.

Miriam Schulman , wakil direktur Pusat Studi Etika di Santa Clara University menyatakan, pengalamannya membantu perekrutan staf, pekerja, dan karyawan magang selama bertahun-tahun menunjukkan, etika para pelamar sangat berpengaruh pada keputusan mereka akan mendapat kerja atau tidak. Lantas bagaimana Miriam mengetahui bagaimana etika seseorang hanya dengan membaca resume atau mewawancarainya? Miriam pun memaparkan beberapa kualitas yang dia, dan kebanyakan manajer personalia, cari dari kandidat karyawan.

Rasa hormat

Tiap generasi sering kali memiliki pemahaman yang berbeda pula tentang rasa hormat. Tetapi, karena aplikasi kerjamu akan dibaca oleh orang-orang yang kebanyakan lebih tua darimu, akan lebih baik jika Anda menggunakan standar sesuai kelompok usia mereka. Misalnya dengan menggunakan sapaan formal dalam surat lamaran kerja Anda seperti " Yth. Ibu A."

Miriam juga mengingatkan agar Anda memerhatikan ejaan dan tata bahasa dalam surat lamaranmu. Pastikan tidak ada kesalahan. Selain itu, hormati juga prosedur yang sudah ditetapkan perusahaan dalam memproses sebuah aplikasi. Jika sebuah lowongan kerja memintamu mengirim berkas lamaran via email, lakukan itu.

"Beberapa mahasiswa percaya bahwa datang tiba-tiba dengan membawa resume akan menunjukkan mereka memiliki inisiatif. Saya memang tidak bisa mewakili semua manajer personalia, tetapi bagi saya, hal ini justru menunjukkan kurangnya perhatian," kata Miriam, seperti disitat dari USA Today College, Minggu (20/5/2012).

Tunjukkan juga rasa hormat Anda dengan tidak melamar pekerjaan yang tidak sesuai kualifikasimu.

Tanggung jawab

Jika sebuah perusahaan memanggil Anda untuk wawancara kerja, tunjukkan tanggung jawabmu dengan datang tepat waktu. Lengkapi dirimu juga dengan pengetahuan tentang perusahaan tersebut.

Kejujuran

Jangan berbohong dengan resume Anda. Jika Anda kedapatan berbohong, maka Anda bisa jadi tidak hanya didiskualifikasi, tetapi juga di black list oleh sebuah perusahaan.

Menurut Miriam, jika Anda berbohong, pihak perusahaan mungkin tidak akan dengan seketika menemukan kebohongan tersebut. Tetapi, suatu saat di perjalanan karier Anda, kebohongan ini akan terkuak dan berimbas kembali pada Anda.

Miriam menyatakan, perusahaan tidak hanya mencari calon karyawan dengan kemampuan yang baik untuk melakukan sebuah pekerjaan, tetapi juga integritas. Perusahaan, imbuhnya, mencari seseorang yang jujur.

"Tunjukkan pada kami dengan menulis surat lamaran dan resumemu secara jujur, dan pada saat wawancara kerja dengan menunjukkan bahwa Anda adalah pribadi beretika," imbuhnya.

Semoga bermanfaat & salam sukses untuk rekan-rekan sekalian.

Tim LoKerNesia




Selidiki Dahulu 3 Hal Berikut Ini dalam Budaya Perusahaan Sebelum Memilih Pekerjaan Anda

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/05/selidiki-dahulu-3-hal-berikut-ini-dalam.html

Sejumlah godaan untuk pindah kerja mungkin Anda temui hampir tiap waktu, apalagi daya tarik perusahaan lain kini makin mudah terlihat dari exposure media dan sosial media di sekeliling kita. Faktor dari luar kantor seperti salary yang menggiurkan, promosi yang menjanjikan menjadi salah satu alasan kita untuk segera mencari tempat kerja yang tepat, namun bagaimana bila rangsangannya itu datang langsung ke kita?

Beberapa perusahaan tak jarang merekrut pegawainya secara terang-terangan dengan membidik langsung targetnya, biasanya sebelumnya perusahaan memantau kandidat dari profil social network seperti LinkedIn atau Facebook.

Seperti dituangkan di HBR (Harvard Business Review) Blog Network di kolom Bill Barnett, saat Anda menerima tawaran pekerjaan di tempat lain, sebaiknya hal pertama yang Anda lakukan adalah menyelidiki budaya perusahaan itu sebelum Anda menerima posisi pekerjaannya.

Barnett menceritakan langkah yang dilakukan Sean (nama samaran) yang baru-baru ini mengalami hal serupa, ia dikejar sebuah perusahaan Fortune 500 untuk menjadi CAO (Chief Administrative Officer) pertama di perusahaan itu. Sean lolos kualifikasi karena kemampuannya yang baik dan berhasil bersaing dengan kandidat yang lain. Namun tidak buru-buru, setelah peluang itu datang, Sean memutuskan untuk mengunjungi kembali perusahaan itu sebelum ia membuat keputusan. Berdasarkan pengalamannya bekerja, budaya perusahaan merupakan hal yang signifikan untuk dicari tahu, karena nantinya akan menjadi lingkungan sehari-hari kita saat bekerja. Proses pra-kerja itu dimanfaatkan Sean untuk mengenal apakah perusahaan itu mempunyai budaya yang dicari Sean. 

Lalu apa keputusan Sean akhirnya? Ia menolak pekerjaan itu, menurutnya berdasarkan pantauannya Sean khawatir posisi CAO yang pertama kali ia emban akan memakan waktu lama dalam hal bersosialisasi dengan karyawan. Darimana hal itu ia ketahui? Sean menanyakan beberapa pertanyaan kepada karyawan, di antaranya, Apa yang membuat Anda excited dalam bekerja? Hal apa yang membuat Anda bangga? Siapa teman dekat Anda di kantor? Dan bagaimana fungsi kelompok kerja selama ini? Dari sana, Sean mempelajari bahwa perusahaan itu terbiasa menjadikan atasan sebagai “pahlawan”, dan sebagai CAO pertama, lingkungan akan memandang hasilnya berdasarkan bottom-line komitmen saja. Untuk itu, Sean tidak yakin dirinya akan benar-benar diterima di perusahaan itu, jika prasangka itu salah, menurutnya buat apa ia mengambil resiko?

Ketidakcocokan budaya kerja ini seharusnya menjadi tolak ukur karyawan saat ingin bekerja di tempat yang baru, sayangnya hal ini kadang luput saat tawaran fasilitas atau reward dijanjikan perekrut secara gamblang kepada kandidat.

Sebelum memutuskan pekerjaan baru, ada 3 pertimbangan yang bisa Anda pakai untuk membimbing Anda:

1.  What Should I Learn?

Memahami tujuan organisasi, bukan hanya tentang apa yang dilakukan perusahaan, tetapi juga bagaimana perusahaan mengambil keputusan dan bisa membuat bangga karyawannya. Pelajari bagaimana organisasi beroperasi. Hal ini sangat berpengaruh kepada kinerja kita nantinya, seperti mengetahui kekuatan tim perusahaan, kualitas SDM nya, bagaimana cara mereka berkomunikasi dan masalah etika. Untuk masalah etika, tidak ada standard mutlak apa yang terbaik dalam budaya organisasi. Tujuan yang berbeda dan struktur organisasi menentukan sisi menarik dari perusahaan tidak sama. Yang terpenting, dengan mengetahui  budaya organisasi, kita menjadi tahu apa yang dibutuhkan perusahaan dari kemampuan kita.

2. How Should I Learn?

Baca semua hal yang bisa Anda temukan tentang lembaga tersebut, sebaiknya Anda menyertakan sisi kritis ketika membacanya. Lembaga memiliki visi formal, yang sering disebut sebagai topik budaya perusahaan. Saat fase wawancara, sebenarnya Anda mempunyai peluang untuk mengetahui budaya orang-orang dalam berorganisasi. Namun hal itu belum bisa menjadi tolak ukur, karena pengalaman bekerja tiap-tiap orang berbeda, dan mempengaruhi tindak tanduknya.

3. When Should I Learn?

Sulit untuk belajar tentang budaya perusahaan pada tahap awal pencarian Anda. Tapi kesan pada saat Anda wawancara bisa menjadi awal pengenalan organisasi baru tersebut. Budaya kerja merupakan masa depan perusahaan itu sendiri, sehingga Anda mempunyai tugas belajar lebih cepat untuk mengetahui tentang organisasi, apa saja perspektif atau acuan atasan Anda dan cari tahu cara agar dapat berhasil di sana. Seharusnya budaya ini dapat menjadi pencerahan  yang positif bagi sinergi perusahaan. Sekarang, apakah budaya berperan besar untuk pencarian pekerjaan Anda? Cari tahu sebelum Anda membuat keputusan.

Semoga bermanfaat dan salam sukses untuk rekan-rekan sekalian!

Tim LoKerNesia

LinkedIn, Social Media Ampuh guna Berdayakan Karir Anda

jobsinpt.blogspot.com/2012/05/linkedin-social-media-ampuh-guna.html

Mungkin kebanyakan dari Anda sudah mengetahui, LinkedIn adalah jejaring sosial yang sangat efektif baik bagi seorang Sales maupun bagian Rekrutmen, dimana dapat ditemukan profil berbagai macam orang untuk dijadikan referensi. LinkedIn dirasa sudah akrab dengan perekrutan karyawan melalui platform serupa CV yang bisa dikoneksikan kepada setiap orang. Lalu bagaimana dengan kita, yang belum menjadikan LinkedIn sebagai partner pengembangan karir? Sepertinya inilah saatnya memaksimalkan manfaat-manfaat dari LinkedIn yang sudah melakukan pembaruan baru-baru ini.

Jaringan professional LinkedIn memperbarui fiturnya dengan mengakuisisi Rapportive, dimana aplikasi tersebut bisa menunjukan semua contact di dalam inbox email kita. Syaratnya, kita harus mempunyai contact person rekan-rekan, maka otomatis kita dapat mengetahui apa yang sedang digemari orang tersebut, keberadaanya, serta mengetahui apa saja yang sedang dilakukan. Dengan pembelian rapportive ini, selain tampilannya yang menjadi menarik, member LinkedIn juga dapat menjalin hubungan dengan shared mention dari koneksi yang kita punya. Melalui fitur-fitur tersebut linkedIn tidak hanya menjadi aplikasi yang memberdayakan CV original kita, melainkan menjadi sebuah jaringan sosial professional yang bisa mengembangkan koneksi kita.

Walaupun tetap ada ketentuan dari beberapa perubahan ini, tampilan LinkedIn yang bisa menyambung ke jaringan sosial twitter akan mengakibatkan ruang privacy kerja kita menjadi konsumsi publik. Praktisi sosial dan bisnis Haydn Shaughnessy dari percakapannya dengan pakar sosial media memberikan saran 3 cara memberdayakan jaringan sosial bisnis LinkedIn.

1. Profil Anda bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi juga passion Anda

 
Kini LinkedIn menjelma menjadi jaringan sosial yang menarik, sehingga tak heran partisipan LinkedIn bertambah setiap harinya, dan banyak aktifitas yang terjalin di Grup maupun timeline LinkedIn. Untuk itu, Anda seharusnya berusaha memproyeksikan lebih tentang diri Anda dengan pemanfaatan profil, CV dan komponen di akun LinkedIn. Bahkan Anda tak perlu canggung lagi menceritakan hobby Anda untuk menarik perhatian puluhan koneksi kita. Mengeksplore profil LinkedIn secara jujur akan merefleksikan kepentingan sosial kita tentunya, jangan ragu untuk membagikan wawasan, pengetahuan atau cerita yang kita alami sebagai langkah melebarkan koneksi kita di LinkedIn.

2. Kuasailah pencarian LinkedIn

LinkedIn memiliki mesin pencocokan yang mumpuni. Ini artinya sama seperti Anda tidak harus membatasi dimana Anda bekerja dan dengan siapa akan tersambungkan, karena LinkedIn secara otomatis akan mencari siapa saja relasi Anda pada perusahaan terdahulu sampai tempat kini Anda bekerja. Gunakan itu sebagai manfaat untuk melihat peluang karir yang cocok untuk Anda. Masih merasa kurang? LinkedIn juga menawarkan Anda untuk join group, dengan masuk dalam sebuah kelompok, anda bisa bergabung dalam forum wacana seputar grup tersebut. Untuk memaksimalkan manfaatnya, pilih Grup yang memiliki anggota yang kepentingannya sama dengan Anda, sehingga apa yang Anda cari bisa langsung tersambungkan.

3. Tampilkan dengan jelas nilai jual Anda

Terlepas dari aplikasi LinkedIn yang bisa menjual diri Anda secara maksimal, pastikan apa sebenarnya kontribusi yang Anda inginkan? Hal ini akan memandu ke tujuan yang akan Anda capai. Jika Anda berada di sana untuk membangun keahlian, Anda bisa bergabung di Grup. Tapi hati-hati bila tidak dijalani secara fokus, hal ini akan membunuh waktu. Fokuskan kepada orang atau mitra yang anda ingin temui saja, jangan menyanggupi rasa penasaran dengan mengetahui hal yang tidak Anda butuhkan. Karena aktifitas itu pasti akan menyita waktu Anda. Yang terpenting, pastikan profil Anda dapat memberitahu orang apa saja skill yang Anda tawarkan dan Anda minati. LinkedIn menjadi berharga bila kita bisa fokus terhadap perubahan yang hendak kita capai. Tuangkan pengalaman karir Anda secara maksimal dan manfaatkanlah dengan bijak.

Semoga bermanfaat & salam sukses untuk rekan-rekan sekalian!

Tim LoKerNesia

Seberapa Pentingkah Pengaruh Tatapan Mata Saat Wawancara Kerja?

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/05/seberapa-pentingkah-pengaruh-tatapan.html

Tentu banyak hal yang harus diperhatikan selama menghadapi proses wawancara kerja.

"Bagaimana pengaruh kontak mata pada saat wawancara?"

"Apakah juga ada pengaruh intonasi suara terhadap keberhasilan wawancara?"
 
Dalam wawancara seringkali faktor diluar "isi" seringkali dapat mempengaruhi keberhasilan suatu wawancara. Mulai dari penampilan, sampai cara berbicara.

Seorang pewawancara yang berpengalaman akan merasakan sebagian karakter yang diwawancara dari sinar matanya. Tidak perlu dengan memelototi, atau dengan sinar mata syahdu, melainkan tataplah secara wajar kepada pewawancara.

Intinya, bahwa melalui tatapan Anda selama wawancara haruslah menandakan :
  1. apakah Anda cukup percaya diri,
  2. apakah Anda berpikir positif terhadap proses komunikasi dalam wawancara tersebut,
  3. apakah Anda jujur dengan isi komunikasi Anda,
  4. apakah Anda tampil "jujur" sesuai dengan kepribadian Anda yang sebenarnya, tidak dibuat-buat.
Intonasi akan memperlihatkan apakah Anda seorang yang percaya diri atau tidak. Tidak perlu dengan cara mengatur suara seperti seorang pemain sinetron, tetapi cukuplah bahwa Anda dapat menggunakan intonasi yang menarik minat lawan bicara untuk terus berkomunikasi.

Usahakan tidak memberi nada agresif, atau nada "menutup" diri. Gunakanlah intonasi yang mewakili dengan isi pesan Anda. Volume, warna, dan irama memang harus diatur dengan baik, tetapi bukan harus menjadi orang yang tampil bukan sebagai dirinya sendiri.

Semoga bermanfaat dan salam sukses untuk rekan sekalian!

Tim LoKerNesia

Benarkah?! Pelamar Berwajah Menarik Malah Sulit Dapat Kerja

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/benarkah-pelamar-berwajah-menarik-malah.html

Jika kamu merasa memiliki wajah menarik, sebaiknya jangan menyertakan foto dalam surat lamaran. Hal ini terutama berlaku untuk para perempuan.

Sebuah studi menunjukkan bahwa foto wanita yang menarik di surat lamaran membuat mereka kesulitan mendapat kesempatan wawancara dibandingkan rekan mereka yang memiliki wajah kurang menarik atau tidak menyertakan foto.

Seperti dilansir The Economist, studi ini dilakukan ekonom Bradley Ruffle di Ben-Gurion University dan Ze'ev Shtudiner di Ariel University Center. Ruffle dan Shtudiner melakukan studinya dengan mengirimkan surat lamaran fiksi ke 2.500 lowongan pekerjaan. Untuk setiap pekerjaan, mereka mengirim dua resume dengan jenis kelamin berbeda yang isinya sangat mirip.

Satu dengan menyertakan foto dan satu lagi tanpa foto. Mereka telah 'memoles' surat lamaran agar meningkatkan daya tarik. Untuk pria, hasilnya seperti yang diharapkan. Mereka lebih mungkin dipanggil untuk wawancara jika menyertakan foto. Hal ini berlaku sama untuk laki-laki berwajah biasa dan menarik. Namun hal ini tidak berlaku untuk perempuan. Mereka yang berwajah menarik lebih sedikit punya peluang untuk dipanggil wawancara, termasuk foto dengan wajah lusuh (mugshot).

Ketika melamar langsung ke perusahaan (bukan melalui agen) seorang wanita yang menarik perlu mengirimkan riwayat hidup (CV) hingga 11 kali sebelum akhirnya dipanggil untuk wawancara.

Awalnya, Ruffle beranggapan ini karena 'hipotesa perempuan pirang bodoh', stereotipe yang mencurigai wanita cantik sebagai orang bodoh. Namun ternyata ini salah. Studi menemukan bahwa penyebabnya karena pegawai di departemen HRD mayoritas dikelola oleh para perempuan. Memang, dalam studi ini 93 persen karyawan HRD yang bertugas menyeleksi orang yang akan diwawancara merupakan perempuan.

Studi menyimpulkan bahwa kecemburuan terhadap perempuan berwajah menarik masih 'terpelihara' hingga zaman modern. Menurut studi, foto mengurangi kesempatan untuk dipanggil oleh perusahaan atau agen tenaga kerja 20 sampai 30 persen.

Bahkan pada era digital, di mana foto dicantumkan di profil LinkedIn, memajang gambar ukuran pas foto di surat lamaran merupakan pendekatan baru di Amerika Serikat. Padahal metode mencantumkan foto di surat lamaran merupakan hal yang umum di Eropa dan Asia.

Lantas, apakah perempuan berwajah menarik tidak boleh melampirkan foto di surat lamaran? "Ya," saran Ruffle.

Ini tentunya suit diterapkan di Indonesia, mengingat banyak pelamar yang melampirkan foto di surat lamaran.

Bekerja di Perusahaan Outsourcing? Perhatikan Dulu Beberapa Hal Berikut Ini

jobsinpt.blogspot.com/2012/04/bekerja-di-perusahaan-outsourcing.html

Charles T. Fote mengatakan, “Kiat berhemat adalah jangan mengerjakan semua sendiri.” Timbulnya outsourcing biasanya didasari oleh pertimbangan efisiensi. Selain itu ada jenis pekerjaan spesifik yang memerlukan penanganan khusus oleh keahlian tertentu.

Definisi outsourcing berdasarkan semangat Keppres 18/2000, pasal 6 & 28 adalah: suatu pola pengadaan yang mengalihkan sebagian kegiatan pengadaan barang/jasa kepada penyedia barang/ jasa yang mempunyai keahlian di bidangnya yang mencakup layanan kegiatan operasi, rencana kebutuhan barang, proses pembelian, proses kepabeanan, pengelola inventori, sistem suplai dan distribusi.

Alasan dilakukannya outsourcing biasanya :
  1. Agar perusahaan bisa fokus pada core business
  2. Perampingan organisasi
  3. Peningkatan produktivitas
  4. Pekerjaan musiman
Kapan outsourcing dibutuhkan :
  • Ketika cara kerja yang selama ini sudah tidak efisien
  • Operation cost yang tinggi
  • Secara kualitas kemampuan kurang bersaing
  • Daya kompetisi rendah
Tips memilih perusahaan outsourcing seperti disampaikan Drs. Hasanuddin Rachman, Ketua Umum DPN Apindo dalam acara seminar Outsourcing and Human Resources Management yang diadakan CHRP Atmajaya adalah :
  1. Pilihlah perusahaan outsourcing yang berbadan hukum
  2. Perusahaan tersebut mempunyai skill yang dibutuhkan
  3. Harus bonafide (contoh mampu membayar karyawan tepat waktu dan mempunyai cadangan keuangan sebagai ciri dari perusahaan yang sehat)
Terima Kasih & Semoga Sukses !

Tim Kontributor LoKerNesia

Ternyata 48% Headhunter akan Melirik Reputasi Online Anda !

jobsinpt.blogspot.com/2012/04/ternyata-48-headhunter-akan-melirik.html

Cara tercepat para recruiter dalam mencari talent, ternyata melalui social media. Apakah mereka akan merekrut atau tidak, ini sangat tergantung bagaimana reputasi online seseorang. Bagaimana dengan reputasi online Anda?

Apakah Anda pernah mengalami saat ingin mencari seseorang lantas kemudian menanyakan dan mencarinya di search engine? Dan apakah Anda mencoba mengukur kredibilitas seseorang juga melalui internet? Pertanyaan sebaliknya, pernahkah Anda berpikir bagaimana Anda juga bisa  ditemukan di internet?

Tidak disangkal bahwa referensi itu sangat penting bagi reputasi seseorang. Kalau dulu kita mengenal dengan apa yang disebut gethok tular, atau dari mulut ke mulut, kini kita mengenal referensi by internet. Ya, perkembangan teknologi seperti sekarang ini telah memungkinkan untuk itu.

Inilah maksud dari pentingnya Anda harus menjaga reputasi online. Alasannya simpel. Segala sesuatu yang kita katakan atau lakukan secara online, memiliki dampak pada hidup kita secara offline. Mengapa pula dirasa penting agar kita senantiasa harus berpikir panjang sebelum berbicara di situs jejaring sosial, maupun platform social media seperti Twitter, Facebook dan LinkedIn.

Kalau Anda dituntut untuk berperilaku secara sopan dan santun bertutur kata di dunia nyata, di internet pun hukumnya sama persis. Anda tidak boleh menabrak privasi orang lain, mengintimidasi, memfitnah, maupun lebih parah membunuh secara karakter di dunia online. Inilah yang menentukan kedewasaan ber-social media kita akan diukur sudah cukup umur atau belum.

Ironisnya, dengan makin maraknya orang ber-social media, toh masih saja seringkali kita saksikan time-line terutama di Twitter dan Facebook, dari akun pribadi-pribadi biasa maupun publik figur, yang tidak seharusnya muncul ke permukaan. Agen pemasaran digital KBSD belum lama ini mengeluarkan flash report terkait dengan bagaimana kita sebaiknya menjaga reputasi online.

Poin-poin kunci tersebut di antaranya adalah, ketika Anda memutuskan untuk menggunakan social media, sebutkanlah jati diri Anda dan bisnis Anda secara jelas di social media seperti LinkedIn, Facebook, dan Twitter di mana tempat paling populer saat ini di mana orang saling berbagi.

Kedua, sebanyak 48% dari perekrut dan profesional HR merujuk ke situs web pribadi ketika memutuskan apakah akan mempekerjakan Anda atau tidak. Dan sebanyak 78% dari mesin pencari perekrut memeriksa untuk mengetahui lebih lanjut tentang karyawan potensial dan 63% dari mereka merujuk situs social media.

Ketiga, kehidupan digital Anda adalah cermin dari keberhasilan profesional Anda secara internal. Ingat, perilaku digital Anda dengan mudah dapat diikuti oleh atasan dan ketika Anda tidak bijak bertingkah-laku di social media, Anda bisa berada dalam kesulitan.

Keempat, di dalam era digital, memilih untuk tidak aktif di social media bukanlah sikap yang baik, dan justru bisa merugikan Anda. Anda dapat meningkatkan reputasi online secara bersama-sama dan secara sadar harus juga menjaga reputasi online tersebut.
 
Tips-tips menjaga reputasi online bisa Anda tempuh dengan cara-cara sebagai berikut :
  1. Ramahlah kepada search engine, terutama Google, karena Google saat ini menjadi mesin pencari terbesar di dunia yang akan mencatat segala reputasi online Anda, tidak peduli reputasi baik maupun buruk sekalipun.
  2. Rajinlah mengecek Facebook, Twitter dan situs lain untuk menangkap insight segala sesuatu yang sedang dikatakan mengenai Anda.
  3. Jaga baik password Anda. Sudah sering terjadi akun di FB dibajak oleh para hacker yang bisa saja melakukan posting hal-hal yang tidak menyenangkan dengan mengatasnamakan akun Anda. Gunakan kombinasi password yang susah untuk ditembus, misalnya variasi antara abjad dan numerik angka-angka.
  4. Berbagi informasi pribadi hanya dengan orang yang Anda kenal dan percaya dengan baik saja.
  5. Pantau postingan maupun tag gambar yang melibatkan Anda di social media.
  6. Hapus gambar di postingan atau mention dari rekan-rekan Anda yang kurang menyenangkan.
  7. Jaga etika saat berinteraksi dengan orang lain dalam menjawab melalui reply, mention maupun DM (direct message).
Terima Kasih & Semoga Sukses !

Tim Kontributor LoKerNesia

Mari Rencanakan Masa Depan Karir Anda Mulai Sekarang !

jobsinpt.blogspot.com/2012/04/mari-rencanakan-masa-depan-karir-anda.html

Perjalanan karir di ibaratkan sebagai upaya menabung dalam menanti buah kesabaran akan sebuah masa depan yang diinginkan. Karena menabung dalam berkarir merupakan segi awal meraih cita - cita. Background pendidikan di tahun sekarang ini menjadi bahan perbincangan para perusahaan saat memilih kandidat baru yang capable.

Faktor pendidikan dengan lulusan ternama menjadi point plus. Dengan memiliki ijazah sarjana merupakan momentum awal dalam meniti karir. Gambaran ini menjadi tolak ukur awal yang dapat diartikan sebagai perencanaan karir di awali dengan faktor pendidikan. Perencanaan meniti karir dimulai sejak awal dalam memandang sejauh mana kita merencanakan.

Visi, Misi, dan Tujuan

 
Dalam kehidupan Anda harus memiliki target akan pencapain yang mencakup 3 prinsip yaitu visi, misi dan tujuan. Bagaimana Anda melihat diri Anda, diri Anda sendiri dalam melihat sisi kehidupan, profesi, serta hubungan Anda 5 tahun yang akan datang?

Value Kepribadian

 
Pencapaian sebuah kesuksesan didukung dengan motivasi pada diri sendiri. Sebagai contoh, dalam lingkungan sosial apakah Anda rela mementingkan kepentingan orang lain dari pada kepentingan Anda pribadi, dalam hal membantu masyarakat dan orang-orang disekitar Anda.

Kemampuan Bakat dan Keahlian

Setiap Individu memiliki kemampuan dan keahlian yang berbeda-beda, kenali kepribadian seperti apa yang Anda miliki? Sebagai contoh, apakah Anda adalah seorang yang sering berkata jujur, terbuka dan antusias. Asah keahlian yang Anda miliki saat ini, karena hal ini menjadi sangat berguna dalam aktifitas Anda sehari – hari.

Terima Kasih & Semoga Sukses !


Hormat Kami,

Tim Kontributor LoKerNesia

Wah! Ternyata Lebih Baik Narsis saat Wawancara Kerja

jobsinpt.blogspot.com/2012/04/wah-ternyata-lebih-baik-narsis-saat.html

Orang yang suka memuji diri sendiri alias narsis biasanya selalu dipandang negatif. Sebab, kesannya terlalu percaya diri. Namun para peneliti dari University of Nebraska-Lincoln mengemukakan bahwa orang yang narsis justru akan menimbulkan kesan yang lebih baik dalam wawancara kerja. Hal ini disebabkan mereka lebih mampu mempromosikan diri mereka sendiri.

"Wawancara kerja merupakan saat yang paling tepat untuk mengatakan hal-hal baik tentang diri sendiri, dan tidak ada konsekuensi tentang hal ini. Karena sebenarnya hal ini justru sangat diharapkan," ungkap Peter Harms, asisten profesor bidang manajemen dari University of Nebraska-Lincoln. Ia menambahkan bahwa secara sederhana, orang yang narsis cenderung lebih baik dalam "menjual dirinya" dibandingkan dengan mereka yang tidak biasa melakukannya.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Social Psychology ini dilakukan dalam dua bagian. Pada bagian pertama, sekitar 72 orang diposisikan dalam wawancara kerja palsu. Ketika pewawancara meminta para peserta untuk melakukan sesuatu yang menantang, orang yang kurang narsis akan mulai mundur dan takut. Namun, orang yang narsis ternyata justru semakin gencar mempromosikan dirinya.

Pada bagian kedua, 222 peserta penelitian diminta untuk melakukan wawancara kerja, dan melakukan berbagai keterampilan kerja. Dari situ, para peneliti mendapati bahwa para peserta yang cenderung narsis ternyata bisa banyak berbicara, berbicara dengan cepat, dan senang tersenyum pada orang lain.

Sayangnya, kelebihan para peserta narsis ini hanya pada saat wawancara kerja saja. Dalam hal perkembangan pekerjaan dan kemampuan mereka saat bekerja, orang-orang narsis tidak memperlihatkan keistimewaan. Dengan kata lain, mereka hanya pintar menjual diri namun tidak mampu membuktikan bualannya. Mereka juga dinilai lebih banyak mengambil keuntungan dari orang lain untuk memajukan diri sendiri, tidak merespons kritik dengan baik, dan sering mengabaikan perasaan orang lain.

Mengapa Kemampuan Bahasa Asing Sangat Penting bagi Kemajuan Karir Anda?

jobsinpt.blogspot.com/2012/04/mengapa-kemampuan-bahasa-asing-sangat.html

Tak bisa dipungkiri, kemajuan jaman semakin menuntut semua sektor kehidupan untuk bisa terhubung satu sama lain. Dan tentu saja untuk berkomunikasi dengan yang lain, Anda membutuhkan bahasa.

Bahasa Inggris menjadi bahasa pergaulan dunia. Boleh saja bagi Anda menguasai berbagai bahasa asing, namun sepertinya Bahasa Inggris wajib masuk dalam daftar bahasa yang Anda kuasai. “Meskipun perusahaannya dari Perancis, namun ternyata Anda perlu menguasai Bahasa Inggris karena pewawancaranya belum tentu datang dari Perancis,” terang Agus Nugroho, atau yang biasa dipanggil Aga, General Manager English Made Easy (EME).

Bahasa dan Karir

Seberapa penting kemahiran berbahasa asing terhadap karir Anda?

Tergantung Anda bekerja di mana, mungkin misalnya Anda bekerja mengolah kebun karet, bahasa asing tidak terlalu penting,” kelakar Aga. Namun menurut Aga, bagi Anda yang ingin bekerja di sebuah perusahaan, bahasa asing sangatlah penting untuk menunjang karir.

Jangankan untuk menunjang karir, bahkan saat Anda akan mencari karir pun Bahasa Inggris sudah digunakan,” ungkap Ummu Hani, HRD Staff Bank of Tokyo. Tes seleksi kerja banyak yang mengharuskan Anda menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris, baik dengan tes wawancara ataupun tes tertulis. “Terkadang pintar, namun dia tidak bisa mengungkapkannya dengan Bahasa Inggris, kan sayang sekali,” ujar Ummu, sapaan akrabnya.

Jika saat mencari kerja pun sudah penting, tentu saja bahasa asing semakin berguna saat sudah diterima kerja. Banyak posisi-posisi penting di perusahaan diisi oleh orang asing. Naik tidaknya karir seseorang sangat dipengaruhi pada bagaimana dia bisa berkomunikasi dengan berbagai pihak, khususnya atasan. Jika seseorang mampu menyampaikan ide gemilang bagi perusahaan, tentu atasan pun akan meliriknya sebagai karyawan berprestasi. Namun, apa jadinya jika seseorang sulit menyampaikan ide-ide tersebut karena terkendala bahasa? Pasti sangat disayangkan.

Kenali Bahasa Asal Perusahaan

Bahasa asing tentu beragam. Demikian halnya dengan perusahaan. Ada perusahaan asli dari Indonesia, namun ada pula perusahaan asing. Lalu, bahasa asing apa yang sebaiknya kita kuasai?

Menurut Ummu, bahasa yang pasti harus dikuasai seseorang adalah Bahasa Inggris. bahasa kedua yang bisa dikuasai bergantung pada asal perusahaan yang akan dilamar. “Misalnya, perusahaan itu asli dari Jepang, mungkin bisa juga belajar bahasa Jepang,” tutur Ummu.

Kemampuan Berbahasa Inggris Masyarakat Indonesia Masih Rendah

Meski penting bagi karir, namun ternyata kemampuan berbahasa Inggris orang Indonesia masih tergolong rendah. Seperti dilansir dalam kompas.com, lembaga pendidikan dunia English First (EF) mengumumkan laporan komprehensif pertama tentang indeks kemampuan berbahasa Inggris atau EF English Proficiency Index (EF EPI) di 44 negara.

EF EPI merupakan indeks yang didapat dari membandingkan kemampuan berbahasa Inggris orang dewasa di berbagai negara. EF kali ini mengambil 44 negara yang memiliki bahasa ibu selain Bahasa Inggris. EF mengambil responden lebih dari 2 juta orang di negara-negara tersebut. Responden menggunakan tes gratis secara online selama periode 2007 – 2009.

Dari data selama tiga tahun tersebut, didapat hasil bahwa kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia menduduki peringkat ke-34. Sedangkan Malaysia menyabet peringkat ke-9. EF EPI juga menemukan korelasi antara kemampuan berbahasa Inggris dengan penghasilan seseorang. “Di era kompetisi dan ekonomi global, kemampuan berbahasa Inggris adalah mutlak diperlukan untuk bekerja" kata Bill Fisher, Presiden divisi online EF Englishtown seperti dilansir dalam kompas.com.

Kiat Meraih Karir Baru : Ukurlah Dulu Nilai Profesional Anda

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/kiat-meraih-karir-baru-ukurlah-dulu.html

Apakah Anda sedang mencoba mencari pekerjaan baru? Jika sudah lama tidak melakukannya, ada baiknya anda mencari tahu lebih dulu nilai profesional/ bidang pekerjaan anda saat ini. Nilai profesional adalah nilai yang akan dibayarkan oleh perusahaan untuk jasa anda dibandingkan dengan kandidat dari bidang lainnya.

Untuk mengetahui nilai profesional anda, menurut Calvin Bruce dalam careerjournal.com, caranya adalah dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:

Dinamika Pasar Tenaga Kerja

Sama seperti industri lainnya, industri tenaga kerja diatur oleh siklus ekonomi, misalnya fluktuasi permintaan akan keahlian tertentu dan unsur psikologis dimana bidang pekerjaan tertentu dinilai sedang "hot / in".

Contoh nyata yang terjadi di Indonesia pada awal tahun 1990an adalah banyak permintaan tenaga kerja di bidang perbankan. Pada saat itu para banker dibayar sangat mahal, sehingga para pencari kerja yang memiliki latarbelakang perbankan dengan mudah memperoleh pekerjaan dan tidak jarang dalam waktu singkat sudah memegang jabatan penting di sebuah bank tertentu. Namun apa yang diterjadi diakhir tahun 1990an sungguh menyedihkan; beberapa bank terpaksa dilikuidasi dan banyak banker yang memegang jabatan puncak terpaksa menganggur.

Contoh lainnya yang masih segar dalam ingatan kita adalah bidang IT. Tahun 1999 - 2000 siapa saja yang berpengalaman singkat dalam bidang IT - di perusahaan dot-com yang kecil dan tidak dikenal sekalipun - dapat pindah ke perusahaan berbasis internet lainnya dengan sangat mudah. Mereka yang berbakat melakukan interview dengan perusahaan kompetitor karena sadar akan bisa mendapatkan gaji dan kompensasi yang lebih tinggi ditambah dengan bonus lainnya. Pada awal tahun 2001 ternyata masa keemasan perusahaan dot.com mulai pudar dengan ditandai banyaknya perusahaan tersebut yang bangkrut atau melakukan perampingan.

Apakah kedua bidang / profesi tersebut di atas akan berjaya kembali ditahun 2002 mendatang atau muncul trend baru yang menciptakan bidang profesi tertentu, kita belum tahu secara pasti. Semuanya kembali pada situasi ekonomi dan politik yang terjadi di Indonesia.

Relativitas Nilai Profesional

Nilai profesional seringkali bersifat relatif sehingga menyebabkan profesi anda begitu bernilai di satu perusahaan namun kurang dihargai di perusahaan lainnya. Hal ini terjadi karena beberapa faktor sebagai berikut:
  • Pada umumnya perusahaan-perusahaan yang sudah mapan memiliki analis untuk kompensasi dan tunjangan lainnya dalam rangka menentukan trend nilai profesi yang terbaru. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan para profesional yang sangat qualified. Namun demikian sebenarnya lebih banyak perusahaan yang menentukan nilai profesional berdasarkan pertimbangan subyektif.
  • Penawaran anda tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Atau anda kuat dalam bidang tertentu tetapi sangat lemah dalam bidang lain.
  • Jika karir anda datar saja bahkan mandek selama beberapa tahun terakhir ini, jangan harap perusahaan akan tertarik memanggil anda untuk diinterview.
  • Perusahaan bersedia membayar lebih besar jika anda memiliki catatan kesuksesan dalam bidang-bidang yang penting. Ini berarti lama bekerja bukanlah indikasi prestasi anda.
  • Perusahaan tentu mengevaluasi semua yang disajikan masing-masing kandidat dalam proses rekrutmen dan seleksi. Mungkin saja mereka berpendapat bahwa:
  • Mempekerjakan orang yang kurang pengalaman tapi dapat dilatih dan dikembangkan akan lebih menguntungkan, atau
  • Orang yang berpengalaman tentu dapat mengerjakan lebih banyak pekerjaan dan memberikan hasil (return on investment) yang jauh lebih baik dan lebih cepat.
Tingkat Persaingan
 
Salah satu cara untuk mengetahui tingkat persaingan suatu bidang pekerjaan adalah menjalin kerjasama dengan head hunter atau biro konsultansi yang melakukan rekrutmen dan seleksi yang tentu saja mempunyai data trend nilai profesional yang obyektif. Jika head hunter tersebut menilai kualifikasi anda sangat baik, mereka tidak akan ragu memberitahu anda.

Cara lainnya adalah dengan menganalisa iklan lowongan kerja di media cetak dan online yang terkemuka. Yang harus diperhatikan adalah hal-hal berikut ini:
  • Besarnya permintaan akan bidang keahlian anda
  • Lamanya lowongan kerja tersebut diiklankan
  • Rentang kompensasi awal untuk pekerjaan tersebut
  • Kualifikasi yang diminta untuk mengukur sejauh mana anda akan diperhitungkan sebagai kandidat yang cemerlang.

Terima Kasih & Semoga Sukses !

Tim Kontributor LoKerNesia

Perhatikan 3 Hal Berikut Ini yang Menjadi Pertimbangan Perusahaan selain IPK Tinggi

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/perhatikan-3-hal-berikut-ini-yang.html

Acapkali dijumpai beberapa lulusan universitas (fresh graduate) merasa enggan melamar sebuah lowongan pekerjaan karena terhadang persyaratan GPA atau biasa disebut IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Tidak salah memang jika perusahaan mencantumkan “IPK minimal sekian” dalam iklan lowongan kerja.

Perusahaan tentu mempunyai alasan ketika mereka mencantumkan angka minimum IPK sebagai syarat penerimaan rekrutmen karyawan baru. Alasannya adalah perusahaan memerlukan orang yang cerdas dalam mencerna sistem kerja dan memiliki pengetahuan yang baik khususnya pengetahuan tentang bidang kerjanya. Sederhananya, hard skill juga sangat penting untuk bersinergi dengan soft skill.

Ketika ditanya mengenai kriteria kandidat seperti apa yang menarik perhatian mereka, kebanyakan manager HRD menjawab bahwa soft skill adalah yang terpenting. Sebesar 71% Manager SDM menilai kecerdasan emosional, kepiawaian bersikap dan kemampuan untuk menjalin hubungan baik dengan rekan kerja adalah lebih krusial dari kepemilikan tingkat intelejensi tinggi. Begitulah hasil dari riset yang dilakukan oleh sebuah situs bernama Carrier Builder.

Lalu, alasan-alasan apa saja yang dipertimbangkan oleh manajer HRD sehingga menyimpulkan bahwa kecerdasan emosi dan soft skill penting sekali untuk dikedepankan? Berikut adalah ulasan singkatnya.

1. Ability to Work Under Pressure

Mengingat kenyataan bahwa sebuah perusahaan tidak selalu berada di posisi aman, dan terhindar dari turbulensi, perusahaan perlu memperkerjakan orang-orang yang tahan tekanan. Saat terjadi resesi misalnya, penjualan menjadi anjlok dan berdampak buruk pada operasional perusahaan. Karyawan terpaksa bekerja ekstra dengan benefit yang mungkin justru berkurang.

Dalam kondisi tersebut, orang yang memiliki soft skill terasah, memiliki kemampuan mengatur emosi yang baik, akan lebih bisa diandalkan dalam mengambil keputusan yang efektif dibanding karyawan yang hanya cerdas di teori manajemen perusahaan.

2. A Key Factor to Employee Retention

Banyak hal yang memicu seorang karyawan untuk meninggalkan perusahaan tempat ia bekerja dan berpindah ke perusahaan lain. Bisa karena alasan peningkatan karir, atau yang sering terjadi adalah karena masalah dengan atasan atau rekan kerja. Salah seorang pakar SDM Indonesia mengatakan bahwa karyawan yang membuat lingkungan kerja di sekitarnya menjadi tidak nyaman, harusnya dilepas saja dari perusahaannya.

Di situlah terlihat pentingnya soft skill tersebut untuk membangun lingkungan kerja yang kondusif dan penuh rasa memiliki terhadap perusahaan. Keterampilan berkomunikasi, membangun hubungan personal yang baik adalah esensi dari soft skill yang seharusnya dimiliki oleh setiap karyawan.

Karyawan yang hanya berbekal GPA tinggi, selain mereka belum tentu bisa membangun hubungan harmonis antar karyawan dan partner, juga memiliki kemungkinan merusak suasana kerja dengan self-focused, memikirkan tujuan pribadi, provokasi dan hal-hal negatif lainnya.

3. Encourage Team Work

Dalam sebuah perusahaan, kemampuan seseorang untuk bekerja dengan orang lain adalah satu hal yang wajib. Meskipun porsinya berbeda-beda di setiap bidang industri, teamwork ini penting sekali untuk meningkatkan produktivitas. Teamwork memperkaya ide, mempercepat pelaksanaan pekerjaan dan cara sharing beban masalah yang efektif.

Teamwork yang solid diperlukan misalnya pada saat terjadi keluhan konsumen pada sebuah perusahaan produsen sepeda motor. Ketika pelanggan complain setelah mendapati barang yang dibeli tidak dalam kondisi baik, maka tugas customer service adalah menjawab pertanyaan pelanggan dan menenangkannya. Sedangkan untuk memperbaiki kesalahan sepeda motor, diperlukan peran dari departemen produksi. Tanpa ada kerja sama yang baik, mereka tidak akan berhasil memberikan quick response kepada pelanggan.

Dengan fakta-fakta di atas, jelas bahwa pintar secara akademik dan teknis saja tidak cukup. Perlu penunjang seperti kecerdasan emosi dan juga soft skill.

Terima Kasih & Semoga Sukses !


Hormat Kami,

Tim Kontributor LoKerNesia

Hindarilah 10 Kesalahan Ini pada CV Anda

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/hindari-10-kesalahan-ini-pada-cv-anda.html

Sebaik dan serapi apapun Daftar Riwayat Hidup atau dikenal baik juga dengan Curriculum Vitae (CV), bisa jadi masih mengandung kesalahan. Sedikitnya ada sepuluh kesalahan klasik yang sangat sering terjadi ketika kita membuat CV.

Tetapi, tidak udah khawatir, kesalahan-kesalahn ini mudah diperbaiki, kok. Untuk memastikan CV-mu bebas salah, simak daftar berikut ini : 

1. Salah ketik dan tata bahasa
 
Perbaiki kesalahan ini dengan membaca ulang resumemu dan minta beberapa orang memeriksanya juga.

2. Bercerita

 
Resumemu bukanlah ajang bercerita. Pastikan CV-mu tidak bertele-tele dan ringkas.

3. Foto

 
Simpan foto dirimu di Facebook, CV tidak memerlukan foto.

4. Alamat email yang aneh

 
"Sexygirl369@hotmail.com" atau "runningman222@gmail.com" tidak akan diterima dalam CV. Perbaiki kesalahan ini dengan membuat alamat email standar beridentitas namamu atau gunakan saja fasilitas email gratis dari kampusmu.

5. Rincian yang tidak lengkap

 
Selain alamat emailmu aneh dan tidak mencerminkan profesionalitas, kealpaanmu mengisi detail informasi lainnya, seperti nomor telepon dan alamat rumah, akan membuat perekrut pegawai curiga padamu.

6. Informasi yang tidak relevan

 
Kamu tidak perlu mencantumkan semua detail pengalaman kerja yang kamu miliki jika itu tidak relevan dengan bidang pekerjaan yang kamu lamar. Kamu bisa mencantumkan pengalaman kerja dan organisasi jika kamu melakukan sesuatu yang sangat penting atau berprestasi dalam hal itu.

Tetapi, lebih baik jika kamu mencantumkan informasi-informasi yang relevan dengan pekerjaan yang sedang kamu lamar.

7. Format dokumen salah

 
File CV-mu mungkin terlihat rapi di komputermu, tetapi belum tentu di komputer pegawai HRD yang membacanya. Yang paling buruk, bisa jadi filemu tidak bisa dibuka oleh mereka. Menyiasatinya mudah saja, kirimkan CV-mu dalam bentuk PDF. File ini dapat dibuka semua orang.

8. Terlalu personal

 
Terkadang, mencantumkan minat pribadi adalah sentuhan yang manis dalam resumemu. Tetapi, menambahkan terlalu banyak informasi yang membuat mereka yang membaca resumemu bisa menebak ras, agama, suku bangsa, kewarganegaraan, usia, atau orientasi seksual tidaklah baik. Jauhi paparan tentang informasi tersebut, dan resumemu pun bersih.

9. Tidak membuat poin dalam resume

 
Para pembaca CV menginginkan resume yang mudah dibaca. Bentuk teks penuh tidaklah mendukung hal tersebut. Jadi, buatlah resumemu dalam poin-poin informasi yang lebih mudah dibaca dan dipahami.

10. Paparan tugas

 
Informasi tentang 'tugas saya meliputi' atau 'saya bertanggung jawab pada' tidaklah menunjukkan kualitasmu pada calon pemberi kerja. Kamu seharusnya fokus pada pencapaianmu, bukan kompetisi yang kamu lalui.

Nah, sekarang pastikan kamu tidak menjadi 'korban' selanjutnya atas berbagai kesalahan klasik dalam CV ini. Sepuluh hal ini turut menentukan nasibmu dalam mendapatkan kesempatan wawancara kerja atau membuat resumemu masuk keranjang sampah.

Terima Kasih & Semoga Sukses !


Hormat Kami,

Tim Kontributor LoKerNesia

Bagaimana Bersikap Percaya Diri Ketika Wawancara Kerja?!

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/bagaimana-bersikap-percaya-diri-ketika.html

Selalu ada ekspresi khas dalam wawancara pekerjaan dari kebanyakan lulusan Universitas, bila ditanyakan, "Bagaimana kamu melihat hidupmu tiga tahun mendatang?". Pengalaman kami jarang menemukan sarjana baru yang secara spontan menggambarkannya dengan baik apa yang ada dalam pikirannya. Kebanyakan malah memberikan reaksi dengan body-language yang standard: mata melirik ke atas (seolah-olah mencari cicak di langit-langit), kemudian memandangi lagi si pewawancara sambil tersenyum lebar, sembari kemudian berkata bingung, "Bagaimana ya?".

Ada banyak orang yang hidup bagaikan kepompong. Tidak tahu apa yang harus diperbuat dengan masa depan hidupnya. Mereka tidak mempunyai konsep diri yang jelas, sehingga ia merasa sendirian, gelap dan menakutkan. Padahal semua kepompong mempunyai potensi (potential within) untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Kepompong terlalu cepat menghukum dirinya sendiri, ia tidak tahu bahwa dia harus mengalami transformasi untuk menjadi kupu-kupu yang cantik.

Kita semua bukanlah kepompong. Kita semua tahu, suatu saat kita akan menjadi "kupu-kupu" yang cantik. Bukankah kita semua sudah dilengkapi dengan potensi diri masing-masing? Yang kita perlukan sekarang adalah secara aktif masuk dalam proses "transformasi diri" yang sebenarnya sangat terbuka dengan berbagai macam kemungkinan. Jangan cepat menganggap Anda sendirian, gelap dan takut dengan apa yang Anda hadapi sekarang ini. Itu semua adalah bagian dari proses transformasi yang sedang Anda jalani. 

"Percayalah! Mari terus berjuang demi hasil yang terbaik untuk diri kita masing-masing!"

Terima Kasih & Semoga Sukses !


Hormat Kami,

Tim Kontributor LoKerNesia

(ref : pcd.itb.ac.id)

8 Tips Ampuh untuk Mendapatkan Pekerjaan Idaman Anda

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/04/8-tips-ampuh-untuk-mendapatkan.html

Pada setiap tahunnya, akan ada ribuan orang bersaing untuk memperebutkan lapangan kerja yang tersedia di muka bumi. Setidaknya menurut statistiK tahun 2007, kurang lebih sebesar 15% penduduk Amerika berganti pekerjaan setahun sekali. Fenomena pergantian pekerjaan itu juga terjadi di negar-negara lain meskipun dengan persentase berbeda. Melihat pada fakta di atas, dipastikan bahwa tentunya tak sedikit orang yang bertanya-tanya mengenai jenis pekerjaan apa yang tepat?

Menjawab, bagaimana agar mereka dapat mencintai pekerjaan tersebut tanpa harus berganti profesi, Alexander Kjerulf, seorang expertise dalam bidang Happiness at Work, yang juga pengarang buku “Happy Hour is 9 to 5”, memaparkan beberapa tips untuk membantu para pencari kerja mendapatkan pekerjaan idamannya. Jadi, sebelum, berkutat dengan seluruh iklan lowongan pekerjaan yang terpampang di media massa, ada baiknya bagi Anda untuk membaca 8 tips Kjerulf yang dituangkan dalam blognya yang bertajuk positivesharing.com.

1. Decide to switch sooner rather than later

Putuskan untuk berganti pekerjaan secepatnya, jangan menunda-nunda! Kadang-kadang orang memilih untuk bertahan di tempat yang lama sambil menunggu datangnya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Hal ini seharusnya dihindari. Ketika Anda tidak lagi nyaman dengan pekerjaan dan merasa bahwa itu bukanlah yang terbaik, saat itulah, Anda harus pergi dan mencari tempat pekerjaan baru.

Semakin lama Anda bertahan pada pekerjaan yang menurut Anda buruk, semakin banyak energi dan kepercayaan diri yang terbuang, yang seharusnya dapat Anda pergunakan untuk mencari pekerjaan baru.

2. Give yourself time to find your new job

Pekerjaan yang pertama kali Anda lihat di lowongan kerja, bisa jadi adalah yang terbaik dan benar-benar Anda cari. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa itulah yang terburuk sehingga Anda pun harus melirik lowongan yang lain. Oleh karena itu, berilah waktu pada diri sendiri untuk mencari dan menyeleksi pekerjaan yang tepat. Jangan biarkan tekanan ekonomi, keluarga atau tekanan sosial mempengaruhi pilihan Anda.

3. Focus on what you like at work, not on what you hate

Untuk dapat menyukai suatu pekerjaan, tidak bijak jika Anda hanya berfokus pada absennya hal-hal yang kita benci dalam pekerjaan tersebut. Ada baiknya jika Anda memikirkan kebaikan-kebaikan yang akan Anda dapatkan dari pekerjaan baru tersebut.

Beberapa hal dapat dilakukan untuk menumbuhkan keyakinan Anda akan adanya hal-hal baik yang akan Anda dapatkan dari suatu pekerjaan baru, misalnya :
  • Ingat kembali pada situasi tertentu, dimana saat itu Anda merasa bahagia di tempat kerja.
  • Tanyakan pada diri Anda, apa yang membuat hal tersebut terjadi?
  • Lakukan eksplorasi hal-hal apa saja yang potensif memberikan pengalaman hebat dalam pekerjaan Anda ke depannya.
4. Ignore salary

Kebanyakan orang berpikir bahwa semakin besar gaji yang didapatkan seseorang, maka tingkat kebahagiaannya pun lebih besar. Akan tetapi menurut studi yang dilakukan oleh Alan B. Krueger (ahli ekonomi) dan Nobel Laurete (psikolog) menyatakan bahwa orang dengan gaji di atas rata-rata memang memiliki kepuasan hidup yang tinggi, tetapi kebahagian yang lebih rendah dibandingkan orang-orang yang menikmati pekerjaan mereka dari waktu ke waktu.

Orang-orang dengan gaji tinggi tersebut cenderung tidak punya banyak waktu untuk mengisi hari-hari mereka dengan hal-hal yang menyenangkan.

5. Ignore other irrelevant details

Saat mencari pekerjaan baru sebaiknya abaikan detail-detail yang tidak relevan dengan deskripsi pekerjaan. Misalnya saja, titel First Assistant manager, tunjangan mobil, status dan tekanan sosial seperti pendapat keluarga jika Anda memilih suatu pekerjaan.

6. Ask for what you want

Tanyakan pada diri sendiri hal-hal apakah yang dapat membuat Anda menikmati sebuah pekerjaan. Katakan dengan jujur hal-hal tersebut jika ditanya dalam interview. Meskipun seandainya Anda tidak akan mendapatkan pekerjaan tersebut, sesungguhnya kita telah memposisikan diri untuk mendapat pekerjaan yang tepat.

7. Make that job great

Setelah mendapatkan pekerjaan, selanjutnya Andalah yang berkuasa penuh untuk menjadikan pekerjaan tersebut menjadi luar biasa atau justru sebaliknya.

8. Make yourself free to leave

Jika memang tidak dapat diperbaiki, yang buruk memang harus ditinggalkan. Jadi jangan ragu-ragu untuk melakukannya.

Jadi, lupakan tentang gaji, titel, status dan tunjangan. Ambilah sebuah pekerjaan berdasarkan satu pertimbangan, “Apakah pekerjaan tersebut akan membuat kita bahagia?” Dan pastikan jawabannya adalah “YA”.

Terima Kasih dan Semoga Sukses !


Hormat Kami,

Tim Kontributor LoKerNesia